Bank Dunia Setujui Pinjaman 380 juta dolar AS untuk Pengembangan PLTA Cisokan

Ilustrasi pembangkit listrik. -Foto: Dokumentasi CDN
JAKARTA – Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia, menyetujui untuk memberikan pinjaman senilai 380 juta dolar AS, yang akan digunakan untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di hulu Sungai Cisokan atau PLTA Cisokan,
PLTA Cisokan adalah PLTA pumped storage pertama di Indonesia, dan berlokasi di antara Jakarta dan Bandung, dengan kapasitas 1.040 MegaWatt (MW). “Kami menyambut baik proyek ini, karena akan menjadi yang pertama bagi Indonesia. Proyek ini mencerminkan suatu titik balik, dalam perjalanan menuju dekarbonisasi di Indonesia,” kata Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen, Sabtu (11/9/2021).

Ke depannya, Bank Dunia akan terus mendukung Indonesia, dalam berbagai upaya untuk mencapai suatu pembangunan yang berketahanan, berkelanjutan, serta inklusif. Sehingga memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia pada saat ini maupun di masa yang akan datang.

Country Director Bank Dunia Indonesia, Satu Kahkonen, dalam acara Indonesia Economic Prospects (IEP) Bank Dunia edisi Juli 2020 di Jakarta, Kamis (16/7/2020) – foto Dok Ant
Pembangunan PLTA ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik pada saat beban puncak. Seraya mendukung transisi energi dan pencapaian tujuan penurunan emisi karbon negara ini. “Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui, di antaranya, pengembangan energi terbarukan, upaya konservasi energi, serta penggunaan teknologi energi bersih,” ucap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif.

Di samping itu, emisi yang terkurangi dari sektor energi didorong oleh berbagai aksi, seperti pengadaan tenaga listrik oleh pembangkit energi baru dan terbarukan, serta penerapan efisiensi energi. Lebih dari 80 persen tenaga listrik yang dihasilkan untuk jaringan listrik Jawa-Bali, yang menyediakan listrik bagi 70 persen penduduk Indonesia, berasal dari bahan bakar fosil.

Menurut dia, perlu upaya penting untuk mendukung agenda dekarbonisasi Indonesia, dengan pembangunan fasilitas penyimpanan energi yang memungkinkan adanya integrasi sumber energi terbarukan ke dalam jaringan tenaga listrik. “PLTA pumped storage, memainkan peranan yang sangat penting pada pendekatan ini,” ujar Arifin.

Dengan demikian, fasilitas tersebut berpotensi menambahkan kapasitas pembangkitan listrik yang signifikan, untuk memenuhi kebutuhan pada saat beban puncak, memberikan kapasitas penyimpanan besar untuk memungkinkan diterimanya energi terbarukan, dalam jumlah yang lebih besar lagi, serta akan meringankan beban jaringan transmisi. Sebagai hasilnya, penyediaan listrik yang lebih ramah lingkungan dan dapat diandalkan akan menguntungkan bagi konsumen di Jawa dan Bali. (Ant)

Lihat juga...