Belasan Ribu Siswa SD di Denpasar Diimunisasi Campak Rubella

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin measles rubella kepada siswa SD kelas 1 saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SD Negeri 2 Sesetan, Bali, Rabu (15/9/2021) - foto Ant

DENPASAR Sebanyak 12.483 anak kelas I sekolah dasar (SD) di Denpasar, menjadi sasaran imunikasi Campak Rubella, pada Bulab Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang digelar Dinas Kesehatan Denpasar, Bali

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini mentadakan, pandemi COVID-19 tidak mengganggu upaya menggelar imunisasi campak rubella untuk siswa kelas I SD dalam rangka BIAS tersebut.

Pemberian vaksin measles rubella (MR) disebutnya, rutin dilakukan setiap tahun, dengan menyasar anak berumur sembilan bulan. Kemudian dilanjutkan saat anak berumur 18 bulan, serta anak saat kelas 1 SD atau yang usianya sekira enam sampai tujuh tahun.

Jika vaksinasi tidak dilaksanakan, dapat menyebabkan penyakit rubella dan congenital rubella syndrome (CRS), dengan gejala demam dan ruam ringan. Tingkat penularannya juga sangat tinggi, terjadi infeksi selama masa kehamilan, dan dapat menyebabkan abortus spontan atau cacat lahir. Kasus rubella menyebabkan cacat lahir, bila terinfeksi selama masa kehamilan. Hal itu tidak ada obatnya, sehingga pencegahan melalui imunisasi menjadi penting, yang nantinya anak setelah imunisasi dapat kebal seumur hidup.

Untuk imunisasi campak dan rubella, efektif dan aman karena telah mendapat rekomendasi Badan Kesehatan Dunia serta sudah digunakan di lebih dari 140 negara untuk eliminasi penyakit campak dan rubella. “Imunisasi ini juga dapat memutuskan transmisi virus campak dan rubella, menurunkan angka kesakitan akibat penyakit campak dan rubella serta menurunkan angka kejadian CRS,” jelasnya.

Siswa SDN 2 Sesetan, Kelurahan Sesetan, Denpasar antusias mengikuti kegiatan imunisasi campak rubella dengan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan yang digelar oleh Puskesmas I Denpasar Selatan tersebut diikuti 91 siswa kelas I sekolah dasar (SD) yang mulai pada pukul 08.00 hingga 10.15 WITA.

Sebelum melakukan imunisasi, petugas sekolah melakukan pengecekan suhu kepada siswa dan orang tuanya, pihak sekolah juga menyiapkan tempat cuci tangan, cairan antiseptik dan tisu. Beberapa siswa menangis saat di imunisasi dan adapula siswa didampingi orang tuanya saat diberi suntikan vaksin measles rubella.

Kepala Sekolah SDN 2 Sesetan, I Gusti Ayu Rai Mastutik mengatakan, setelah mendapatkan imunisasi siswa diarahkan ke ruangan observasi selama 15 menit sebelum diizinkan pulang. ​​Pihak sekolah mengatur proses imunisasi dengan membagi jumlah siswa 20 orang setiap 30 menit, yang dilakukan secara bertahap. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (Ant)

Lihat juga...