Berkat Yayasan Damandiri, Andriani Kini Punya Usaha di Rumah

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Di halaman teras rumahnya yang cukup sempit, Andriani (40) nampak sibuk melayani pembeli yang mayoritas anak-anak. Memanfaatkan alat penggorengan sederhana, ia terlihat terampil membuat camilan tempura untuk dijajakan pada pelanggannya. 

Harganya pun terbilang murah. Hanya berkisar Rp1000-2000 per bungkus. Selain camilan seperti tempura dan bakso bakar, ibu dua anak ini juga menjual aneka minuman instan di warung sederhana miliknya. Mulai dari es sirup, es soda, es jus hingga es buah dan sebagainya.

“Ya lumayan, daripada nganggur di rumah. Bisa buat tambah-tambah pemasukan keluarga,” ujarnya saat ditemui Cendana News.

Andriani merupakan satu dari sekian banyak warga Desa Trirenggo Bantul yang terbantu dengan adanya akses pinjaman modal usaha dari Unit Usaha Simpan Pinjam ‘Modal Kita’ Koperasi Gemah Ripah, Trirenggo, Bantul selama masa pandemi Covid-19 beberapa tahun terakhir.

Berkat program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) yang dijalankan Yayasan Damandiri tersebut, wanita yang awalnya hanya ibu rumah tangga biasa itu, kini pun bisa memiliki usaha sendiri di rumahnya. Sehingga ia pun bisa meringankan beban suaminya yang juga hanya bekerja sebagai pedagang angkringan biasa.

“Sejak adanya pandemi sekitar awal 2020, usaha suami macet. Saya lalu berinisiatif ikut membantu dengan membuka usaha warung kecil-kecilan di rumah. Modalnya saya pinjam dari koperasi,” jelas wanita yang tinggal di Dusun Gandekan RT 3 itu.

Andriani mengaku beruntung tinggal di Desa Trirenggo. Pasalnya di desa binaan Yayasan Damandiri itu, ia bisa memanfaatkan unit usaha Modal Kita, yang mampu memberinya akses pinjaman modal usaha dengan bunga yang rendah serta proses yang cepat dan tidak ribet.

“Jadi sudah dua tahun terakhir ini saya memanfaatkan pinjaman koperasi. Pada tahun pertama saya pinjam Rp2juta. Sementara pada tahun ke dua ini saya pinjam Rp3juta,” katanya.

Modal usaha itu, dikatakan Andriani, ia gunakan untuk membeli sejumlah perlengkapan maupun bahan kebutuhan berdagang. Seperti untuk membuat gerobak, membeli peralatan memasak hingga bahan-bahan serta dagangan lainnya.

“Saat awal memulai usaha itu penghasilan masih minim. Karena saat itu juga masih awal corona. Paling sehari dapat sekitar Rp30-40 ribu saja. Tapi untuk sekarang sudah lumayan naik. Ya kira-kira bisa sampai Rp70 ribu per hari,” katanya.

Andriani mengaku berterima kasih pada Yayasan Damandiri. Karena telah memberikan kemudahan bagi masyarakat kecil seperti dirinya, dalam mengakses modal usaha, di tengah situasi sulit pandemi seperti sekarang ini. Berkat akses modal itulah, ia pun kini bisa memiliki usaha serta penghasilan sendiri.

Lihat juga...