Berprestasi di PON XX, Atlet Jambi Dijanjikan Diangkat Jadi PNS

Kontingen Jambi saat dilepas menuju PON Papua oleh Gubernur Jambi, Al Haris di halaman KONI Jambi, Sabtu (11/9/2021) - Foto Ant
JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris berjanji, akan memberikan penghargaan terbaik untuk para atlet dan pelatih yang berhasil menorehkan prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, dengan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Hal itu disampaikan langsung Al Haris, di hadapan para atlet dan pelatih, pada pelepasan Kontingen Jambi menuju PON XX Papua di halaman KONI Provinsi Jambi, Sabtu (11/9/2021). Gubernur mengatakan, negara sudah cukup memberikan perhatian kepada atlet dan pelatih, yang berprestasi luar biasa. Maka Provinsi Jambi disebutnya, juga akan memberikan yang terbaik kepada mereka yang berprestasi di PON nanti. “Tunjukkan dan mana prestasimu, baru kami pemerintah akan memperhatikannya dan memberikan yang terbaik untuk para olahragawan berprestasi,” kata Al Haris.
Pada PON XX Papua, yang digelar 2-15 Oktober, Pemerintah Provinsi Jambi menyediakan bonus bagi atlet peraih medali. Untuk atlet peraih emas senilai Rp300 juta, perak Rp125 juta dan perunggu Rp75 juta. Sedangkan untuk pelatih, medali emas mendapatkan Rp250 juta, perak Rp100 juta dan perunggu Rp75 juta.

Al Haris berharap, nilai bonus bagi para atlet dan pelatih itu bisa memacu prestasi atlet Jambi pada PON Papua, dimana Provinsi Jambi merupakan provinsi kecil, yang bisa menunjukkan prestasi luar biasa di pentas olahraga nasional.

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Budi Setiawan mengatakan, Kontingen Jambi dipimpin oleh AS Budianto, dengan jumlah atlet 101 orang, pelatih 36 orang. Akan mengikuti kompetisi di 22 cabang olahraga. Mereka akan didampingi 19 orang ofisial, sehingga total jumlah anggota kontingen jambi ada 156 orang.

Budi Setiawan mengatakan, pada PON Papua, besaran bonus khusus medali perak dan perunggu nilainya jauh menurun, atau berbeda dari penyelenggaraan PON 2016 di Jawa Barat Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya aksi curang jual medali ke provinsi lain. “Untuk nilai bonus perak dengan emas, nilainya jauh beda karena berdasarkan masukan mantan Ketua Umum KONI Jambi sebelumnya dan disetujui oleh pengurus KONI Jambi saat ini. Maka diambil keputusan untuk membedakannya guna mengantisipasi jual beli medali di PON Papua,” kata Budi Setiawan.

Plt Kadispora Jambi, Ronaldi mengatakan, pihaknya sebagai perwakilan pemerintah yang memegang dana atau anggaran olahraga untuk Kontingen Jambi sudah siap melaksanakannya. “Semua anggaran untuk Kontingen Jambi menuju PON Papua sudah tersedia dan siap digunakan agar bisa lancar dan tidak ada kendala selama pelaksanaan PON nanti,” kata Ronaldi. (Ant)

Lihat juga...