BI Jateng Dorong Pembayaran Digital bagi UMKM dan PKL

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Digitalisasi pembayaran, menjadi salah satu kunci dalam menghadapi pandemi Covid-19. Konsumen tidak perlu menggunakan uang tunai, namun memakai uang digital melalui Quick Reponse Code Indonesian Standard (QRIS). Tidak terkecuali, pada pelaku UMKM hingga pedagang kaki lima (PKL).

“Termasuk bagi para pedagang mie – bakso, jadi meskipun pedagang ini berjualan keliling dan pembeli tidak harus datang tetapi transaksi jual beli tetap bisa dilakukan. Ini yang kita bantu, kepada pedagang mi edan bakso, dengan pembuatan barcode QRIS sebagai media pembayaran digital,” papar Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Pribadi Santoso di kantor BI Jateng, Semarang, Kamis (16/9/2021).

Dipaparkan, langkah tersebut dalam upaya mendukung peningkatan kapasitas UMKM di Jateng, termasuk di wilayah Kota Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, BI Jateng memberikan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada para pedagang mi dan bakso, yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso (Apmiso) Jateng, serta Paguyuban Pedagang Mi dan Bakso (Papmiso) Jateng.

Bantuan yang diberikan itu, berupa sarana dan prasarana penunjang produksi pembuatan mi dan bakso kepada pedagang keliling maupun warung.

Sekretaris Papmiso Jateng, Cucuk Wahyudi, saat ditemui di kantor BI Jateng, Semarang, Kamis (16/9/2021). -Foto Arixc Ardana

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Papmiso Jateng Cucuk Wahyudi.  Pihaknya memaparkan,  selama pandemi banyak pedagang mi dan bakso mengeluhkan sepi pembeli. Termasuk dengan adanya penerapan PPKM, akses masuk ke pemukiman dan perumahan dibatasi atau ditutup, sehingga mereka tidak bisa berjualan keliling.

“Kini kita berharap, dengan penurunan level PPKM, hingga adanya pembayaran secara digital ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian para pedagang mie dan bakso,” tandasnya.

Seluruh anggota yang sudah mendapat QRIS itu, langsung bisa dipasang warung atau gerobak masing-masing.

“Apalagi dengan QRIS ini, bisa menerima pembayaran dari seluruh aplikasi dompet digital yang ada di Indonesia. Jadi cukup satu kode, bisa untuk semuanya,” tandasnya.

Lebih lanjut Cucuk berharap, kondisi pandemi cepat teratasi dan pedagang mi bakso bisa berjualan dengan nyaman.

“Sekarang konsumen sudah boleh makan di tempat. Hal ini, juga membuat konsumen lebih nyaman. Mudah-mudahan hal ini, bisa terus dipertahankan, dengan demikian kita para pedagang mie bakso, juga bisa bertahan di tengan pandemi,” pungkasnya.

Lihat juga...