BNPB Promosikan Produk Kelompok UMKM Terdampak Bencana di “Bandung Ide Craft 2021”

BANDUNG — BNPB melalui Direktorat Pemulihan Peningkatan Sosial Ekonomi dan SDA, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, berpartisipasi dalam pameran “Bandung Ide Craft 2021”. Pameran nasional produk unggulan daerah dan ekonomi kreatif ini digelar selama tiga hari, 10-12 September, di Braga City Walk, Kota bandung.

Kasubdit Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Tri Hartatiningsih saat menjelaskan produk-produk UMKM dari hasil pendampingan BNPB, Jumat (10/9/2021). CENDANANEWS/HO-BNPB

Kasubdit Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Tri Hartatiningsih menyebutkan, keikutsertaan BNPB dalam pameran ini dalam rangka mempromosikan dan memberikan dukungan pemasaran produk-produk UMKM dari hasil pendampingan terhadap kelompok terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia.

“BNPB berupaya membantu kelompok terdampak bencana di Indonesia agar tetap produktif, terlebih di saat pendemi seperti sekarang ini. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pendampingan pascabencana dengan menggandeng sejumlah mitra perguruan tinggi, terutama yang berada di wilayah bencana massif,” sebut Tri Hartatiningsih saat mengunjungi stand pameran BNPB dalam Bandung Ide Craft 2021 di Braga City Walk Bandung, Jum’at (10/9/2021).

Disebutkan, terdapat beberapa model pendampingan, disesuaikan kondisi, baik sumber daya alam, sumber daya manusia dan potensi ekonomi yang ada, agar dapat dikembangkan oleh kelompok terdampak bencana.

“Misalnya, dengan pendekatan partisipatif, pengabdian, kajian need assesment hingga kolaborasi. Hasilnya, kelompok-kelompok masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah dapat tetap produktif dengan menghasilkan produk-produk usahanya,” sebutnya seperti dalam rilis yang diterima Cendana News.

Dikatakan juga, kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bidang ekonomi yang sudah dilaksanakan BNPB, mulai memperlihatkan keberhasilannya. Keberhasilan ini perlu disampaikan ke masyarakat luas baik perorangan atau kelompok usaha.

“Salah satu cara yang dilaksanakan oleh Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan SDA, Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, untuk mempublikasikan hasil kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana adalah melalui dukungan pemasaran (duksar) produk-produk usaha kelompok terdampak bencana dalam bentuk pameran, termasuk saat ini, BNPB ikut dalam Bandung Ide Craft 2021,” ujar Kasubdit Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Tri Hartatiningsih.

Menurut kepala subdirektorat yang membidangi program-program pemulihan sosial pada direktorat peningkatan sosial ekonomi dan SDA di BNPB tersebut, pada pameran kali ini ada beragam produk kelompok terdampak bencana akan dihadirkan dari beberapa daerah pascabencana. Produk-produk tersebut, seperti, aneka produk kopi, makanan ringan, fashion dan kerajinan.

Untuk produk kopi, ada Kopi Cimbang (Sinabung), Kopi Baratas (Banjarnegara), Kopi Enrekang (Sulawesi Selatan), Kopi Kepahiang (Bengkulu), Kopi Abang (Sajang, NTB). Sementara untuk makanan ringan, ada kerupuk kulit (Garut), gula semut dan black garlic (NTB), tepung mocaf (Sumedang), minyak kelapa dan aneka kuliner (Palu).

Sedangkan untuk produk kain dan kerajinan, ada kain tenun (Lombok), kain tenun Subi (Palu), aneka kain dan baju batik (Sukoharjo), kerajinan tangan (Pandegelang), piring lidi (Palu).

“Pada tahun 2021 ini, BNPB ada beberapa kegiatan pameran. Sebelumnya, BNPB sudah ikut dalam Gebyar Produk Unggulan Nusantara di Yogyakarta (Maret), Sriwijaya Expo 2021 di Palembang (Juli), dan berupaya hadir juga pada pameran dengan tema berbeda di kota lain. Melalui pameran ini, kelompok-kelompok usaha dari daerah pascabencana diharapkan akan semakin terbuka akses pemasarannya dan perekonomian menjadi semakin pulih,” pungkas Tri Hartatiningsih.

Sementara itu, kegiatan yang selama ini sudah dilaksanakan BNPB dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, adalah melakukan layanan pendampingan pemulihan dan peningkatan sosial, ekonomi dan SDA pascabencana. Kegiatan pendampingan ini, bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi negeri, terutama di wilayah yang pernah terjadi bencana massif yang mengakibatkan dampak ekonomi pada masyarakat.

Beberapa perguruan tinggi tersebut, di antaranya, Universitas Hasanuddin (Sulsel), Universitas Tadulako (Sulteng), Universitas Mataram (NTB), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Banten), Institut Pertanian Bogor (Jawa Barat), Universitas Lampung (Lampung), Universitas Bengkulu (Bengkulu) dan Universitas Jenderal Sudirman (Jawa Tengah).

Lihat juga...