Bolu Batik, Kue Etnik di Bekasi Tetap Bertahan di Tengah Pandemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Kue etnik bolu batik di Bekasi, Jawa Barat masih menjadi pilihan untuk souvenir atau hantaran dalam acara pernikahan, karena memiliki kulture yang unik khas Indonesia, sarat makna dan filosofi tersendiri.

Fatri Maulia pemilik galery produk bolu batik di Tambun Selatan menyebutkan, perlu ketelatenan dan kreatif, untuk mengaplikasikan motif batik pada kue bolu, karena harus tetap memperhatikan kelezatan, kelembutan bolu yang umumnya dikukus, serta keunikan motif batik dengan berbagai bentuk dan warna agar tampil lebih menarik dan etnik.

“Membuat olahan kue bolu dengan motif batik, sama saja dengan membatik pada umumnya. Bedanya biasanya membatik di atas kain, ini membatiknya di loyang kue, perlu ketelatenan untuk menyesuaikan motif yang akan dituangkan pada bolu,” ungkap Fatry Maulia, kepada Cendana News di rumah produksinya di Jatimulya, Selasa (7/9/2021).

Mengolah bolu batik dimulai Fatry sejak 2017 lalu. Namun diakuinya sejak pandemi melanda orderan menurun drastis. Sehingga ia harus mencari ide baru untuk tetap bertahan.

Mengkreasikan bolu batik hanya berawal dari hobi, Fatry mengaku hal itu setelah ia resign kerja akhirnya mencari refrensi. Ketika itu bolu batik lagi nge-hits. Ia mencoba mencari refrensi dan kursus langsung di beberapa tempat sebelum akhirnya membuka orderan dan rumah gallery sendiri.

Dikatakan, teknis dasar bolu batik sama dengan gaya membatik kain tapi ini dilakukan di atas loyang, dengan bahan bakunya menggunakan dari pewarna makanan yang telah layak dikonsumsi, aman atau sudah berbadan POM.

Untuk harga bolu batik Fatry mengaku menawarkan dengan dua teknik seperti paket hantaran disebutnya paket reguler dan paket premium. Untuk paket hantaran harga dibandrol Rp350 ribu berisikan tiga bolu batik lengkap dengan dus dan vita yang telah dibuat khusus. Selanjutnya adalah paket premium harga mulai dari Rp100 ribuan.

“Harga bolu batik sebenarnya lebih menyesuaikan dengan keinginan konsumen, karena terkadang ada permintaan tapi meminta tidak terlalu mahal. Sehingga pilihannya begitu,” jelas Fatry.

Irwanto Ketua UMKM Tambun, terpisah mengakui banyak kreatifitas pelaku UMKM di wilayah Tambun Utara dan Selatan di bawah binaannya. Mereka jelasnya saat ini dengan berbagai cara terus berkreasi untuk tetap bertahan di tengah pandemi.

“Alhamdulillah saat ini mulai sedikit ada kelonggaran, harapannya bisa memberi kebaikan bagi para pelaku UMKM untuk kembali bergeliat,”ungkapnya.

Lihat juga...