BPS : Juli 2021, Ekspor Sumbar Naik 14,19 Persen

PADANG — Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Sumatera Barat pada Juli 2021 mencapai 221,21 juta dolar Amerika Serikat atau naik 14,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Pada Juni 2021 ekspor Sumbar mencapai 194,60 juta dolar AS, Juli naik menjadi 221,21 juta dolar AS,” kata Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati di Padang, Kamis.

Ia merinci pada Juli 2021 golongan barang yang paling banyak diekspor adalah lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 170,42 juta dolar AS, dan golongan karet serta barang dari karet 18,71 juta dolar AS.

Negara tujuan terbesar ekspor Sumbar pada Juli 2021 adalah Pakistan senilai 72,50 juta dolar AS dan India 37,67 juta dolar AS.

Selama periode Januari-Juli 2021 ekspor ke Pakistan memberikan peran terbesar mencapai 23,46 persen.

Sementara pada Juli 2021 nilai impor Sumbar mencapai 66,44 juta dolar AS atau naik dua kali lipat lebih mencapai 133,73 persen dibandingkan Juni 2021 yang tercatat 28,43 juta dolar AS

Golongan paling banyak diimpor pada Juli 2021 adalah bahan bakar mineral 51,43 juta dolar AS, dan ampas/sisa industri makanan 9,37 juta dolar AS.

Impor terbesar berasal dari Singapura sebesar 43,08 juta dolar AS dan Brazil 9,37 juta dolar AS yang didominasi bahan bakar mineral.

Sebelumnya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Barat berharap pemerintah pusat segera mewujudkan tol laut dari Teluk Bayur menuju Kolombo dalam rangka meningkatkan ekspor Sumbar.

“Teluk Bayur merupakan satu-satunya pelabuhan terbaik di Pantai Barat Sumatera, dan sebelumnya sudah ada kerja sama dengan negara-negara di pesisir Samudra Hindia, peluang ini harus diambil,” kata Ketua Kadin Sumbar Ramal Saleh.

Menurut dia jika Tol Laut Teluk Bayur menuju Kolombo kemudian diteruskan ke Chenai maka jaraknya lebih dekat daripada ke Tanjung Priuk dan ada dua miliar orang di sana mulai dari India, Pakistan, Bangladesh dan Nepal.

“Jadi peluang ini harus ditangkap, dan untuk ekspornya berkolaborasi dengan Bengkulu, Jambi, Riau daratan dam Sumatera Utara bagian selatan,” kata dia.

Ia menilai jika tol laut terealisasi akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

“Memang tidak bisa serta merta tapi ini peluang yang harus ditangkap dan diambil,” kata dia.

Kuncinya menurut dia adalah sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha sehingga bisa terwujud untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. [Ant]

Lihat juga...