Bubur Ayam Masalembo, Alternatif Menu Pilihan Akhir Pekan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Beragam menu sarapan tersaji di Ibu Kota Jakarta, tinggal pilih sesuai selera. Salah satunya bubur ayam Masalembo.

Rasa gurih dari kaldu ayam yang diracik dengan ragam bumbu rempah berpadu suwiran daging ayam dan bawang goreng di atas bubur menambah kelezatan saat disantap.

“Bubur ayam Masalembo, kuahnya ramuan rempah khas dengan kari. Rasanya sangat gurih dengan tekstur bubur yang lembut. Cocok disantap untuk sarapan,” ujar Herman, pedagang bubur Masalembo ditemui di tempat mangkalnya, Sabtu (18/9/2021).

Herman, pedagang bubur ayam Masalembo sedang menyiapkan semangkok bubur ayam untuk pembeli di tempat mangkal di Jalan Masalembo, Kompleks Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (18/9/2021). Foto: Sri Sugiarti.

Bubur ayam Masalembo sudah buka sejak tahun 1999. Dulu tercetus nama Masalembo, karena dia menjajakkan bubur ayam di Jalan Masalembo, kawasan kompleks Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

“Nama bubur ayam Masalembo sesuai jalan tempat kita jualan, sudah 22 tahun mangkal di sini. Alhamdulillah banyak pelanggan,” imbuhnya.

Dikatakan dia, bubur ayam pada umumnya memiliki kesamaan pada bahan baku, tapi untuk menambah varian rasa letaknya pada kuah, seperti kari yang diracik dengan rempah khusus. Sehingga memberi rasa berbeda gurih dan lezat.

Bahan baku utama bubur ayam adalah beras dimasak dengan kaldu ayam. Kemudian diberi daun salam dan bumbu lainnya. Tapi sebelumnya semua bumbu itu ditumis bersama kaldu dengan beragam racikan yang disediakan.

Selanjutnya semangkok bubur ayam yang sudah matang disiram kuah kuning. Lalu taburi dengan suwiran daging ayam goreng, bawang goreng, irisan seledri, kerupuk dan kecap manis.

“Kuah karinya bisa disesuaikan selera, pelanggan boleh minta tambahan kuah. Untuk pilihan menu sate juga sesuai selera mereka, ada sate usus, sate jeroan, dan sate jeroan telur puyuh,” ujarnya.

Herman mengaku berjualan bubur setiap hari dari pagi hingga siang. Ada dua pilihan bubur ayam Masalembo yaitu komplit dengan tambahan sate jeroan dan telur puyuh atau paket biasa tanpa sate.

Satu porsi bubur ayam Masalembo komplit dibandrol Rp 16.000, sedangkan yang biasa Rp 13.000.

Artika, penyuka bubur ayam mengaku hampir setiap hari sarapan bubur ayam Masalembo. Sebelum pandemi Covid-19 melanda dia kerap membelinya untuk bekal sarapan setiba di kantor.

Kala penerapan bekerja di rumah pun, dia tetap menikmati bubur ayam ini untuk menu sarapan pagi.

Bahkan Sabtu-Minggu, ia bersama keluarga selalu menyempatkan datang ke Jalan Masalembo untuk menikmati kelezatan semangkok bubur ayam racikan Herman.

“Kaldu ayamnya gurih banget, berasa banget dan nempel di lidah, berbeda dengan bubur ayam lainnya. Sate jeroan juga nikmat banget empuk,” ujar Artika.

Demikian juga dengan Nandang warga Cibubur, Jakarta Timur, mengaku rasa gurih dan lembutnya bubur ayam Masalembo ini mudah dicerna.

Selain untuk sarapan pagi menurutnya, bubur ayam ini cocok dikonsumsi di kala tubuh sedang tidak fit seperti flu atau demam.

“Rasanya gurih dan lembut mudah dicerna. Apalagi saya kan mengidap sakit pencernaan, jadi ya sarapan bubur ayam lebih pas, dan bisa menyesuaikan selera pedasnya,” ujar Nandang.

Lihat juga...