Bupati Pandeglang Minta Pusat Tambah Kuota Pupuk Subsidi untuk Petani

PANDEGLANG — Bupati Pandeglang Irna Narulita berharap pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian Provinsi Banten memberikan tambahan kuota pupuk bersubsidi bagi petani di Pandeglang mengingat lahan pertanian yang cukup luas.

“Petani kami sangat membutuhkan itu apalagi di tengah pandemi, jangan sampai petani menangis karena harga pupuk yang mahal,” kata Bupati Pandeglang Irna Narulita saat menerima kunjungan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mandalawangi, di Pandeglang, Jum’at.

Menurut Irna, untuk pupuk subsidi Kabupaten Pandeglang tahun 2021 alokasinya untuk urea 21.983 ton, SP36 1.574 ton Za 50 ton, NPK 9.668 ton, pupuk organik 2.594 ton dan organik cair 6.484 ton.

“Untuk data petani yang mendapatkan subsidi pupuk 87.173 petani yang diinput melalui rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) oleh penyuluh,” kata Irna.

Selain penambahan kuota subsidi pupuk, Bupati Irna juga berharap dalam pemilihan distributor pupuk harus yang bagus, sebab dapat mempengaruhi pendistribusian pupuk di lapangan.

“Jangan sampai pupuk bersubsidi ini kosong, sehingga petani tidak merasakan dampak dari pupuk bersubsidi,” kata Irna.

Sementara Ketua Komisi IV DPR-RI, Sudin mengatakan, pihaknya sengaja datang ke Pandeglang untuk melihat dan mendengar langsung apa yang menjadi permasalahan pertanian di Pandeglang dari mulai benih, subsidi pupuk bahkan pasca panen.

“Yang akan menjadi bahan pembahasan kami diantaranya pasca panen, maupun kekurangan penyuluh,” kata Sudin.

Menurutnya, semua yang berkaitan dengan pupuk subsidi dalam pengawasan Komisi IV, sehingga jika distributor tidak konsekuen dalam penyaluran pupuk bersubsidi akan ada tindakan tegas.

Bertepatan dengan hari tani, pihaknya selaku pimpinan komisi IV DPR-RI merasa prihatin sampai saat ini, sebab kehidupan petani hingga saat ini belum sejahtera.

“Ini tugas semua meningkatkan taraf hidup petani diantaranya pemberian benih yang baik, subsidi pupuk dan pengolahan pasca panen,” kata anggota fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut. [Ant]

Lihat juga...