Capaian Penyuntikan di Sentra Vaksinasi Kota Cimahi Menyentuh 111 Persen

Editor: Maha Deva

Suasana vaksinasi di Sentra Vaksinasi BPBD Jabar di Technopark Kota Cimahi, Sabtu (4/9/2021). (Foto Ist/ M Amin)
CIMAHI – Capaian penyuntikan vaksin COVID-19 di Sentra Vaksinasi Badan Penanggulanan Bencana Daerah Jawa Barat (Jabar) Technopark Kota Cimahi melebihi target yang ditetapkan. Pada awalnya ditargetkan ada 112.000 dosis vaksin disuntikan untuk 56.000 orang. Penyuntikan dilakukan dua kali, selama 56 hari. Sedangkan saat ini capaiannya menyentuh 116.000 dosis untuk 58.000 orang.
“Saya berbahagia, karena target sasaran melebihi dari apa yang sudah ditetapkan sebelumnya sampai 111 persen. Itu luar biasa. Saya kira ini juga sesuai dengan harapan,” kata Wakil Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Satgas Penanganan COVID-19 Jabar, Atalia Praratya Ridwan Kamil, saat meninjau Sentra Vaksinasi BPBD Jabar di Technopark Kota Cimahi, Sabtu (4/9/2021).
Kendati demikian, capaian tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan. Hal itu dikarenakan, Provinsi Jabar harus mengejar kekebalan komunitas atau herd immunity pada akhir 2021, dengan target vaksin sebanyak 37 juta warga.  “Kita cukup berbangga dengan capaian ini. Namun tidak boleh berhenti. PR masih banyak. Karena total target sasaran 37 juta, dan kita masih belum mencapai 16 juta. Artinya, PR masih banyak,” tandasnya.
Selain di Technopark Kota Cimahi, BPBD Jabar juga membentuk sentra vaksinasi di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Bogor.  Masyarakat diharapkan untuk tidak terlena dan tidak euforia. Harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dalam segala aktivitas.
Secara terpisah, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, mengatakan, selama pandemi COVID-19, tercatat 60 persen warga Jabar mengalami tekanan psikis, cemas, dan khawatir. “Kita mendapati statistik bahwa 60 persen warga cemas dan khawatir saat pandemi ini. Kemudian ada 5.000-an anak yatim dan yatim piatu yang ditinggal orang tuanya karena COVID-19. Itu juga harus menjadi perhatian kita,” tuturnya usai Talkshow dan Konsultasi Psikologi Mental Illness di Kota Bandung, Sabtu (4/9/2021)..
Menyikapi fenomena kesehatan mental tersebut, Pemprov Jabar akan berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk menurunkan tingkat depresi masyarakat. Pemprov Jabar sebelumnya telah memiliki program mobile konseling Kekasih, konseling di rumah sakit jiwa dan hotline, juga kampung kesehatan mental.
Lihat juga...