Cegah Banjir, Pemkot Jakarta Timur Intensifkan Keruk Waduk Munjul

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur mengintensifkan pekerjaan pengerukan waduk Munjul menjelang musim penghujan. Langkah tersebut menjadi  salah satu upaya mengendalikan banjir dan genangan air di Ibu Kota.

Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar, saat ditemui di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (25/5/2021). foto: Sri Sugiarti.

“Pengerukan waduk Munjul menggunakan alat berat dilakukan agar kedalamannya mampu menampung air dan genangan air, meminimalisir banjir di Jakarta,” ujar Wali Kota Jakarta Timur, M. Anwar, kepada Cendana News saat dihubungi, Rabu (22/9/2021).

Menurutnya, pengerukan waduk Munjul seluas 5 hektare ini dengan kedalaman sekitar 4-5 meter. Sehingga normalisasi waduk ini dapat menampung debit air tinggi.

“Diharapkan setelah dikeruk waduk Munjul ini mampu menampung air hingga 42.000 m3. Jadi, kalau terjadi hujan lokal di sana tidak akan terjadi banjir,” ujar Anwar.

Dijelaskan Anwar, waduk Munjul ini mengalirkan air ke kali Sunter Hulu dari Sunter ke wilayah Cipinang Melayu dan sekitarnya.

“Kami targetkan pengerukan waduk ini rampung akhir tahun, supaya musim hujan tiba waduk dan saluran air dapat berfungsi dengan baik,” imbuhnya.

Selain waduk Munjul yang berada di wilayah RW 04 dan 05, di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, pemerintah Jakarta Timur juga melakukan pengerukan pada 15 waduk.

Ketua RT 09 RW 04 Munjul, Lukman Widodo mengatakan, selama ini waduk Munjul kurang berfungsi optimal karena dijadikan tempat pemancingan dan banyak ditumbuhi tanaman liar.

“Waduk Munjul ini dulu aslinya tanah garapan yang dikelola warga, ada empang tempat pemancingan, tapi terlihat kumuh. Terus dibersihin dijadikan waduk, tapi tetap dijadikan tempat pemancingan dan makin kumuh,” ujar Lukman, kepada Cendana News ditemui di rumahnya, Rabu (22/9/2021).

Lukman berharap normalisasi waduk Munjul seluas 5 hektar yang berada di wilayahnya ini dapat mengantisipasi terjadi banjir atau genangan di wilayah sekitarnya.

“Pengerukkan waduk ini utamanya untuk penyerapan air karena sudah musim hujan,” ujarnya.

Selain untuk penyerapan air, Lukman berharap waduk Munjul ini dapat menjadi sarana wisata dan edukasi bagi masyarakat Jakarta.

“Di bantaran waduknya, ada fasilitas untuk bersantai warga dan juga hijaunya pepohonan. Inshaallah saya bersama komunitas anggur Jakarta akan menanam pohon anggur di bantaran waduk ini, untuk edukasi,” pungkasnya.

Lihat juga...