Cegah Banjir, Rogo-Sigi Sulteng Butuh Sabo Dam

Lokasi terdampak bencana banjir bandang di Desa Rogo, Kabupaten Sigi, Kamis (2/9) - foto Ant
SIGI – Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) diminta membangun sabo dam, di bagian hulu Sungai Desa Rogo, Kabupaten Sigi, untuk mencegah banjir bandang di desa tersebut. Pembangunan diharapkan bisa dilakukan di beberapa titik.

“Satker Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BWSS, Kementerian PUPR, kiranya dapat membantu membangun sabo dam di beberapa desa yang rawan banjir seperti di Desa Rogo,” ungkap Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, di Sigi, Kamis (2/9/2021).

Rusdy Mastura, bersama jajarannya meninjau kondisi masyarakat dan lokasi terdampak banjir bandang di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi. Dalam kesempatan tersebutlah permintaa Gubernur Rusdy Mastura kepada PUPR melalui Satker PJSA untuk membangun sabo dam atau bangunan penahan sedimen dilakukan di Desa Rogo.

Selain Desa Rogo, pembangunab sabo dam dapat dilakukan di beberapa desa lain, seperti Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, dan Desa Beka Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. “Iya, seperti yang sedang dibangun oleh PJS kerja sama JICA di Desa Poi,” jelasnya.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III, Taufik mengatakan, pihaknya segera membahas pembangunan sabo dam atau bendungan pengendalian air sungai, untuk mencegah terjadi banjir bandang disertai material lumpur dan kayu, di Desa Rogo. “Jadi untuk menentukan bisa atau tidaknya membangun sabo dam, nanti kita akan bahas dengan pihak-pihak terkait lainnya,” ucap Kepala BWSS III, Taufik.

Banjir bandang disertai material lumpur dan kayu, menerjang permukiman warga di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, pada Minggu (29/8/2021) malam. Terdapat 80 rumah dan kepala keluarga yang terdampak langsung bencana tersebut. Atas kondisi itu, Kepala Desa Rogo, Fuad Hudin berharap, pemerintah untuk membangun sabo dam di bagian hulu sungai, agar banjir bandang tidak lagi terjadi.

Menanggapi permohonan itu, Kepala BWSS III Taufi mengatakan, usulan tersebut semoga bisa diakomodasi tahun yang akan datang. “Semoga bisa, kami akan kaji dulu. Karena untuk menentukan pembangunan sabo dam, banyak kriteria yang harus diperhatikan. Tidak sekadar menentukan,” katanya. (Ant)

Lihat juga...