Cegah ‘Stunting’, Penyuluh KB di Pangkalpinang Diminta Bentuk Kader

PANGKALPINANG – Para penyuluh Keluarga Berencana (KB) di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diminta memperbanyak pembentukan kelompok kader untuk mencegah stunting.

“Masih ditemukan kasus stunting atau masalah pertumbuhan tinggi badan anak karena kurang gizi di Kota Pangkalpinang, kami berharap dengan adanya kelompok-kelompok kecil di tingkat RT, ke depan tantangan ini diselesaikan dengan cepat dan tepat,” kata Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam di Pangkalpinang, Jumat.

Ia menjelaskan sosialisasi pentingnya pemberian gizi seimbang dan pemantauan rutin kepada para ibu hamil perlu lebih digencarkan agar tidak ada lagi kasus stunting di daerah itu.

Stunting merupakan pertumbuhan anak yang tidak normal karena kekurangan gizi. Oleh karena itu, sejak hamil gizi ibu harus tercukupi karena makanan akan mengalir ke janin,” katanya.

Dengan asupan gizi yang tinggi, selain mencegah kekerdilan juga akan membentuk anak menjadi sehat. Hal ini penting, karena anak-anak adalah generasi muda penerus bangsa yang harus disiapkan sejak dini agar semakin unggul.

“Ada satu anak stunting di Kecamatan Girimaya. Peran ibu-ibu sebagai kader penyuluh KB sangat penting, kami akan terus memerhatikan agar warga, khususnya anak-anak, memiliki pertumbuhan normal, sehat dan kuat agar menjadi generasi muda yang kita banggakan,” ujarnya.

Guna mewujudkan target tersebut, Pemkot Pangkalpinang meminta para penyuluh KB membentuk kelompok-kelompok kecil di tingkat RT, RW dan dilakukan pembinaan secara rutin agar anggota kelompok itu bisa menjadi kader dalam menyampaikan berbagai pesan dan pemantauan pentingnya asupan gizi dalam memberantas dan mengurangi stunting di Pangkalpinang.

Para kader yang dibentuk merupakan perpanjangan tangan pemerintah dan perlu terus didukung karena telah mengabdi dan bergerak bersama pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Aktifkan kelompok dan tunjukkan Kota Pangkalpinang tidak ada lagi anak-anak stunting, karena kurang asupan gizi,” katanya.

Radmida mengimbau para ibu, khususnya yang sedang hamil, untuk memperhatikan kesehatan dan gizi dengan konsumsi makanan tinggi zat besi maupun asam folat. (Ant)

Lihat juga...