Dalam Dua Bulan, Polres Meranti Mengungkap 11 Kasus Narkoba dengan 23 Tersangka

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul LTG (tengah), didampingi Wakapolres Kompol Nipwin Hutabarat dan Kasat Narkoba Iptu Darmanto, menggelar ekspos kasus narkoba dalam kurun waktu dua bulan di Mapolres setempat, Rabu (29/9/2021) - foto Ant

KEPULAUAN MERANTI – Polres Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, berhasil mengungkap 11 kasus narkoba dengan menangkap 23 tersangka, dalam kurun waktu dua bulan terakhir atau hingga September 2021 ini.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul LTG, di Selatpanjang menyebut, ke-11 kasus tersebut meliputi 10 kasus dengan barang bukti sebanyak 3.030,26 gram sabu dan satu kasus dengan barang bukti sebanyak 300,03 gram ganja kering. “Tersangka 23 orang yang diamankan rata-rata sebagai pengedar. Satu di antaranya merupakan anak di bawah umur,” ungkapnya, Rabu (29/9/2021).

Andi merinci, ke-11 kasus narkoba tersebut tersebar di tiga wilayah yaitu, Kecamatan Tebingtinggi dengan sembilan kasus dan jumlah tersangka 19 orang. Kemudian di Kecamatan Merbau sebanyak satu kasus dengan tiga tersangka. Dan di Kecamatan Rangsang Pesisir satu kasus dengan jumlah tersangka satu orang. “Kasus dengan jumlah barang bukti 3 kilogram sabu, yakni di Kecamatan Rangsang Pesisir, tepatnya perairan Desa Kedabu Rapat,” ungkapnya.

Kapolres mengklaim, barang bukti narkoba yang telah diamankan Sat Res Narkoba itu dapat menyelamatkan sekitar 15.000 lebih jiwa. Jika diasumsikan satu gram sabu bisa dikonsumsi lima orang dan satu gram ganja bisa dikonsumsi satu orang.

Para tersangka ini dijerat Pasal 114, 112, 132, 127 dan 111 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Dalam pasal tersebut jika barang bukti sabu-sabunya lebih dari lima gram dipidana hukuman mati, penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. Sementara untuk barang bukti ganja yang kurang dari satu kilogram, pidana penjaranya seumur hidup, paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” papar Andi Yul.

Lihat juga...