Desa Cilampunghilir Aktifkan Lagi Pemberdayaan di Sektor Perikanan

Editor: Koko Triarko

Manajer Umum Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, Yana Chaeru Taufik Ismail, -Dok: CDN

TASIKMALAYA – Koperasi Amanah Galunggung Mandiri berencana mengaktifkan kembali upaya pemberdayaan masyarakat melalui sektor perikanan, setelah terhenti akibat pandemi sejak beberapa waktu terakhir. 

Manajer Umum Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, Yana Chaeru Taufik Ismail, mengatakan desa Cilampunghilir, Padakembang, Tasikmalaya, Jawa Barat, sebagai Cerdas Mandiri Lestari (DCML) binaan Yayasan Damandiri, selama ini telah berupaya melakukan pemberdayaan ekonomi, guna meningkatkan pendapatan masyarakat di berbagai sektor.

Selain pertanian, pemberdayaan juga dilakukan melalui sektor perikanan. Perikanan dipilih karena sektor ini dinilai memiliki potensi cukup besar, mengingat DCML Cilampunghilir berada di wilayah sekitar lereng gunung Galunggung yang memiliki sumber air melimpah. Sehingga, sangat cocok untuk budi daya perikanan.

Pemberdayaan di sektor perikanan ini dilakukan dengan menggandeng dan mendorong seluruh warga, khususnya anggota koperasi, untuk mulai menjalankan usaha budi daya ikan air tawar, baik itu nila, gurami hingga ikan lokal seperti mas, nilem, dan sebagainya.

Mekanisme pemberdayaan dilakukan dengan menggelontorkan modal usaha ke sejumlah warga melalui unit usaha Modal Kita, dengan sistem bagi hasil. Modal usaha senilai Rp5juta per kelompok ini diberikan dalam bentuk kolam, bibit ikan serta pakan untuk satu siklus budi daya.

Begitu panen, nantinya warga akan mendapatkan pembagian hasil sebesar 50 persen. Sementara 50 persen hasil lainnya diberikan untuk koperasi.

“Pemberdayaan di sektor perikanan, rencananya dalam waktu dekat ini akan mulai kita lanjutkan dan aktifkan kembali. Kemarin sebenarnya sudah jalan. Namun memang sempat terhenti akibat pandemi, serta kesibukan kita yang lebih fokus ke sektor pertanian,” katanya.

Selain memberdayakan kembali pembudidaya ikan yang sudah ada sebelumnya, jika dimungkinkan koperasi juga berencana mencetak pembudidaya-pembudidaya ikan baru. Sehingga diharapkan makin banyak warga, khususnya anggota koperasi, yang bisa mendapatkan manfaat, yakni bertambahnya pendapatan mereka.

“Kemarin kita sudah memberdayakan sekitar 20 orang warga desa yang merupakan anggota koperasi. Total ada 6 kelompok dengan 6 kolam ikan yang kita berikan modal usaha. Satu kelompok kita berikan modal usaha senilai Rp5juta. Sehingga total modal usaha yang kita gelontoran mencapai sekitar Rp30juta,” katanya.

Menurut Yana, pemberdayaan di sektor perikanan ini jumlahnya masih sangat terbatas, karena memang pihak koperasi hanya memanfaatkan dana yang bersumber dari unit usaha koperasi, seperti simpan pinjam Modal Kita. Padahal, selama masa pandemi ini unit usaha Modal Kita cukup mengalami kesulitan akibat tingginya angka kredit macet. Sehingga ,pihak koperasi harus ekstra hati-hati dalam mutar modal yang ada.

Lihat juga...