Desa Wisata Kasongan Menggeliat, Pesanan Gerabah Meningkat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Meski secara resmi belum dibuka untuk wisatawan luar daerah, kawasan desa wisata Kasongan yang merupakan sentra industri gerabah di wilayah Bantul, Yogyakarta, nampak mulai menggeliat sejak beberapa hari terakhir ini.

Hal itu terlihat dari mulai banyaknya wisatawan yang datang ke kawasan ini untuk membeli oleh-oleh ataupun cinderamata yang terbuat dari bahan gerabah. Meski masih sebatas kunjungan dalam jumlah kecil dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Kerajinan gerabah di kawasan desa wisata Kasongan, Bantul, Yogyakarta, Minggu (26/9/2021). Foto: Jatmika H Kusmargana

“Sebenarnya sudah buka sejak beberapa minggu terakhir. Hanya memang sebatas kunjungan wisatawan pribadi. Biasanya mereka hanya mampir untuk membeli pernak-pernik gerabah,” ujar salah seorang pelaku wisata asal Kasongan, Amri, Minggu (26/9/2021).

Dikatakan Amri, tak seperti objek wisata lainnya yang menerapkan ketentuan khusus seperti penggunaan aplikasi Peduli Lindungi serta syarat usia di atas 12 tahun, desa wisata Kasongan, sejauh ini belum menerapkannya. Sehingga wisatawan lebih leluasa untuk datang ke kawasan ini.

“Tidak ada syarat seperti itu. Karena yang datang hanya dalam jumlah kecil. Itu pun juga hanya untuk membeli gerabah. Hanya sebentar. Yang penting menerapkan prokes seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” katanya lelaki yang enggan diambil gambarnya ini.

Meski begitu, Amri mengatakan untuk wisata khusus seperti pelatihan pembuatan gerabah sampai saat ini belum bisa dilakukan. Pasalnya kegiatan semacam ini biasanya melibatkan wisatawan dalam jumlah banyak serta mayoritas berasal dari luar daerah.

“Kalau untuk pelatihan pembuatan gerabah belum jalan. Karena pelatihan semacam itu melibatkan orang banyak. Misalnya rombongan satu bis dari luar daerah. Sehingga harus ada izin dari pihak terkait. Jadi kita belum berani menerima,” ungkapnya.

Mulai menggeliatnya kawasan desa wisata Kasongan ini, menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu para pelaku usaha wisata seperti Amri. Pasalnya selama masa PPKM beberapa waktu lalu, tak banyak wisatawan yang bisa datang ke kawasan ini.

“Alhamdulillah sekarang sudah mulai membaik. Sudah banyak wisatawan yang datang ke sini. Pesanan juga mulai meningkat. Untuk persiapan jika nanti kawasan ini sudah dibuka sepenuhnya,” ujar salah seorang perajin gerabah Kasongan, Sukiem.

Sukiem mengaku, rutin membuat pesanan kerajinan gerabah seperti pot tanaman, vas bunga, dan pernak-pernik lainnya untuk disetor ke sejumlah galeri di wilayah Kasongan. Biasanya ia akan mendapatkan upah sebesar Rp1500-2000 per satu unit kerajinan mentah.

“Saat ini dalam sehari saya bisa membuat sekitar 50-60 biji pot seperti ini. Kalau sebelumnya paling hanya 20-30 biji saja. Ya lumayanlah, daripada sepi sama sekali,” pungkasnya.

Lihat juga...