Dirjen Pendis Kemenag: Minat Baca Orang Indonesia Memprihatinkan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANDUNG – Tidak bisa dipungkiri tingkat literasi masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Mengutip hasil riset UNESCO, Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Ali Ramdhani menyebut, kemampuan membaca orang Indonesia hanya 0,1 per mil.

“Artinya orang Indonesia yang suka membaca serius itu hanya 1 dibanding 10.000. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan,” ujar Dhani dalam acara Peluncuran Kepustakaan Keagamaan yang diinisiasi oleh Kemenag dan Perpustakaan Nasional, secara virtual, diikuti Cendana News, Kamis (23/9/2021).

Menurut Dhani, minat dan kemampuan literasi masyarakat Indonesia harus terus didorong dan ditingkatkan. Pasalnya, literasi adalah sarana untuk menjadikan seseorang sebagai manusia seutuhnya.

“Hari ini kita menandai upaya membangun literasi yang baik bagi masyarakat  melalui kerjasama dengan Perpusnas untuk menghadirkan bahan bacaan yang berkualitas agar kita semua bisa mendudukkan literasi pada poros yang benar,” kata Dhani.

Lebih lanjut, Dhani mengapresiasi dukungan Perpusnas yang telah memberikan kartu keanggotaan khusus kepada tenaga pendidik keagamaan, siswa madrasah dan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) sehingga bisa mengakses seluruh buku serta jurnal yang ada di Perpusnas.

“Yang tidak kalah penting juga Perpusnas memberikan akses gratis 500 ribu referensi digital bagi insan kependidikan,” papar Dhani.

Pada forum yang sama, Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, mengungkapkan, bahwa membangun kemampuan literasi di Indonesia harus mendapat dukungan penuh oleh Presiden, pasalnya jika tidak, maka sampai kapan pun kemajuan literasi mustahil dicapai.

“Bapak Presiden harus mengeluarkan tingkatan-tingkatan literasi yang  dicapai oleh penyelenggara pendidikan, tentu juga didukung dengan biaya yang besar. Bisa dalam bentuk Keputusan Presiden (Kepres). Karena kalau tidak kita tidak akan mencapai kemajuan literasi,” kata Syarif Bando.

Ia pun berharap, pesan ini dapat disampaikan melalui lisan oleh Menteri Agama. Syarif Bando percaya, Menteri Agama memiliki perhatian yang besar terhadap literasi sehingga pesan tersebut akan secara khusus ia sampaikan kepada Presiden.

“Saya pribadi senang sekali bisa hadir di forum ini, sekaligus menyampaikan pesan kepada Menteri Agama, yang selanjutkan kita harap dengan kapasitas beliau, menjadi jembatan untuk Presiden,” pungkas Syarif Bando.

Lihat juga...