Disajikan Segar, Buah Alkesah Miliki Rasa dan Tekstur Khas

Editor: Maha Deva

LAMPUNG – Salah satu buah segar, yang masuk kategori superfood adalah Alkesah. Penyebutan alkesah banyak dilakukan oleh warga Jawa Barat (Jabar), untuk buah yang dikenal dengan banyak nama tersebut. Nurhasanah, pemilik tanaman alkesah di Lampung menyebut, alkesah biasa disebut juga dengan sawo mentega.
Penyebutan tersebut karena warna daribuah tersebut. Ada juga yangnenyebutnya dengan Sawo Ubi, dikarenakan, rasa dari buah tersebut seperti ubi jalar manis. Saat masih muda, buah alkesah berkulit warna hijau. Mendekati matang buah akan menjadi kuning dan saat masak kulit menjadi warna kuning sawo. Buah yang matang di pohon, juga biasa diberi nama campolay, karena memiliki rasa manis.
Buah berbentuk lonjong tersebut, bisa dikonsumsi segar. Namun, biasa juga diolah dengan menbuatnya menjadi bubur, es buah, puding, serta berbagai kuliner lezat lainnya. Namun Nurhasanah, lebih sering memilih mengkonsumsi secara segar, dengan es.

Buah alkesah menjadi alternatif kuliner kaya kandungan vitamin, protein dan serat siap disajikan dalam kondisi matang, Sabtu (4/9/2021) – foto Henk Widi
Nurhasanah menyebut, kelembutan daging buah alkesah diyakini menyembuhkan peradangan. “Buah alkesah jarang dijual, karena memang tidak banyak yang membudidayakan, namun rasa manis dengan tekstur lembut  jadi salah satu menu buah segar sebagai alternatif disamping buah segar lain yang saat ini dijual pada pasar tradisional,” terang Nurhasanah, saat ditemui Cendana News, Sabtu sore (4/9/2021).
Sebagai buah segar, alkesah cocok untuk dikonsumsi anak-anak. Kandungan gizi dan juga kelembutan daging buahnya, menjadikannya sebagai bahan makan kaya nutrisi. Bagi anak-anak, buah alkesah dipercaya bisa menjaga kekebalan tubuh. Gangguan kesehatan berupa flu, batuk, bisa dikurangi dengan mengonsumsi buah alkesah.
Meski terhitung langka, rasa buah alkesah sebutnya belum familiar bagi lidah sebagian orang. Buah yang sudah matang, kerap disasar oleh kelelawar. Aroma khasnya, menjadi daya tarik dan penggugah selera, termasuk oleh kelelawar.  “Saat akan digunakan sebagai bahan puding buah alkesah bisa dikupas dengan membuang bagian biji,” ujarnya.
Salah satu penyuka buah alkesah, Nengsih menyebut, buah tersebut memiliki tekstur seperti ubi cilembu rebus. Saat buah berbentuk lonjong itu matang, aromanya wangi. Semakin matang, buah akan melembek dan empuk, namun memiliki rasa pulen. Buah berwarna kuning tersebut kerap bisa dicampurkan dengan es krim.  “Saya suka buah alkesah matang di pohon karena segar dan memiliki nilai gizi yang tinggi,” ulasnya.
Buah alkesah disebut Nengsih, cocok untuk menjaga pencernaan. Tekstur lembut buah alkesah, akan semakin lezat saat tingkat kematangannya mencapai sempurna. Agar tingkat kematangan sempurna, buah alkesah kerap dipanen setengah matang lalu diperam. Proses pemeraman dilakukan dengan cara menyimpan di dalam wadah kemudian diberi daun pisang.
Saat buah alkesah disimpan, terlebih dahulu dibersihkan. Penyimpanan di dalam lemari pendingin akan memperlambat proses pematangan. Alkesah yang telah matang, bisa dinikmati usai makan, sebagai pencuci mulut.
Lihat juga...