Dua Kecamatan di Sukabumi Dilanda Longsor dan Angin Kencang

Kondisi rumah warga di Kampung Babakanpari RT 35/17,  Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja yang rusak akibat tertimpa material tanah tebing yang longsor pada Rabu, (22/9/2021) - foto Ant

SUKABUMI – Bencana tanah longsor dan angin kencang, kembali menerjang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). Dua kecamatan, Sukaraja dan Parakansalak, kali ini mendapatkan giluran dilanda bencana hidrometrologi tersebut.

Senjumlah rumah milik warga rusak, dilaporkan rusak diterjang bencana tersebut. Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, bencana tanah longsor, terjadi di Kampung Babakanpari RT 35/17, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja pada Rabu, (22/9/2021) pagi.

Sementara angin kencang, menerjang Kampung Pajagan, Desa Parakansalak, Kecamatan Parakansalak. “Bencana ini dipicu hujan deras, namun tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut, tetapi sejumlah rumah warga rusak,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani, Rabu (22/9/2021).

Longsor yang terjadi Kecamatan Sukaraja, melanda tebing yang berada di belakang rumah milik Uji yang dihuni empat jiwa, tidak mampu menahan beban air hujan. Tanah menjadi rapuh dan akhirnya longsor menimpa rumah tersebut. Beruntung, material tanah hanya menimpa bagian kamar mandi, sehingga penghuni rumah tidak menjadi korban pada bencana tersebut. Tetapi, akibat bencana tersebut, seluruh penghuni rumah tersebut kini diungsikan ke rumah yang lebih aman, karena khawatir terjadi longsor susulan.

Bencana angin kencang disertai hujan deras, melanda Kecamatan Parakansalak, mengakibatkan satu rumah milik warga roboh. Meskipun tidak ada korban jiwa, tetapi rumah milik Vicky Rustiani yang menjadi korban, kini tidak bisa ditinggali dan penghuninya terpaksa harus mengungsi. Warga diimbau untuk selalu waspada, saat hujan turun dengan insensitas tinggi, disertai angin kencang maupun petir. Hal itu berpotensi memicu terjadinya bencana, seperti angin kencang, longsor ataupun banjir.

Dari 47 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi, seluruhnya rawan bencana. Hanya berbeda tingkat kerawanannya. Untuk mengntisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, warga harus selalu memantau kondisi di sekitar rumahnya, apalagi yang tinggal di bantaran sungai, perbukitan, ataupun daerah bertebing. (Ant)

Lihat juga...