Dua Pokmaswas di Solor Lepasliarkan 116 Tukik

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Sebanyak 2 Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) di Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali melepas tukik sebanyak 116 di perairan desa mereka.

Kedua Pokmaswas itu sejak tahun 2016 mulai melaksanakan kegiatan pencarian telur penyu dan menetaskannya hingga menjadi tukik lalu dilepas ke laut guna melestarikan penyu.

“Kami minggu lalu baru melepas sebanyak 54 tukik bersama Dandim 1624/Flotim di perairan Desa Sulengwaseng,” kata Ketua Pokmaswas Jalur Gaza, Desa Sulengawaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, NTT, Wilhelmus W. Melur, saat dihubungi, Rabu (29/9/2021).

Wilhelmus W. Melur, Ketua Pokmaswas Jalur Gaza, Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, NTT, saat ditemui di desanya, Sabtu  19/6/2021). Foto: Ebed de Rosary

Mus sapaannya menyebutkan, pihaknya tetap mencari telur penyu di sepanjang pesisir pantai selatan Pulau Solor yang berhadapan dengan Laut Sawu.

Ia katakan, telur penyu sudah mulai jarang ditemukan karena penyu sudah mulai jarang bertelur setelah mulai bertelur di bulan Februari 2021 lalu.

“Mungkin sudah tidak masuk musim bertelur lagi sehingga mulai jarang ditemukan telur penyu. Tukik yang menetas langsung kami lepaskan ke laut saat sore hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pokmaswas Pedan Wutun, Kristo Werang menyebutkan, pihaknya melepaskan tukik sebanyak 62 ekor, Selasa (28/9) kemarin di perairan Desa Ritaebang.

Kristo menyebutkan, pihaknya mendapatkan dukungan dari Camat Solor Barat yang hadir dan ikut melepaskan tukik ke laut bersama segenap anggota Pokmaswas di desa mereka.

“Kami tetap mencari telur penyu dan menetaskannya lalu melepaskan tukik-tukik ke laut lepas. Meski tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat namun kami tetap bekerja untuk melestarikan penyu,” ucapnya.

Kepala Kantor Misool Baseftin Flores Timur, Evi Ojan, mengakui, kedua Pokmaswas ini selalu setia melakukan kegiatan konservasi penyu dan tergolong aktif sehingga pihaknya terus memberikan dukungan.

Evi katakan, pihaknya memfasilitasi kedua Pokmaswas ini agar mendapatkan bantuan dari pemerintah baik pemerintah daerah maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Kami selalu memberikan dukungan meskipun tidak ada anggaran khusus untuk pendampingan Pokmaswas. Apa yang dilakukan merupakan hal positif untuk konservasi penyu di perairan Flores Timur,” ungkapnya.

Lihat juga...