Fasilitas Tes PCR Calon Penumpang di Bandara El Tari, Ditambah

KUPANG – Manajemen PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kini menambah fasilitas tes usap PCR untuk menunjang calon penumpang pesawat udara yang akan berangkat maupun transit melalui bandara internasional itu.

“Penyediaan layanan tes usap PCR ini diharapkan dapat mempermudah calon penumpang untuk melaksanakan perjalanan menggunakan pesawat udara,” kata General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang, Iwan Novi, kepada wartawan di Kupang, Kamis (2/9/2021).

Ia mengatakan, calon penumpang hanya cukup datang pada saat pengambilan sampel, sedangkan untuk hasil sudah dapat diakses melalui aplikasi PeduliLindungi Kemenkes.

Dengan demikian, kata dia calon penumpang tidak perlu repot-repot untuk membawa dokumen kertas, hanya cukup dengan menunjukan barcode dan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara akan melakukan verifikasi secara elektronik (scan barcode) dengan cepat.

Ia menambahkan, bahwa untuk harga tes usap PCR sudah sesuai keputusan dari Menkes, yakni Rp525 ribu per orang. “Setiap hari dibuka, mulai dari pukul 07.WITA sampai dengan pukul 14.00 WITA,” katanya.

Untuk hasil tesnya, tambah dia, akan keluar dalam waktu 1 x 24 jam setelah pengambilan sampel di Bandara El Tari Kupang.

Ia menyatakan, keberadaan tes usap PCR di bandara itu berkat kerja sama dengan Laboratorium Klinik ASA. Dengan begitu, kini pelaksanaan tes antigen dan tes usap PCR dapat dilakukan di bandara bagi yang ingin melakukan perjalanan jauh.

Berbagai fasilitas yang disiapkan di Bandara El Tari Kupang itu tujuannya untuk membantu dan memudahkan para pelaku perjalanan.

Selain itu juga beberapa bulan terakhir AP 1 Bandara El Tari sudah bekerja sama dengan KKP Kupang menyediakan vaksin Covid-19 gratis setiap hari Senin-Jumat pukul 08.00-15.00 WITA, kepada calon penumpang yang belum menerima vaksin, namun akan berpergian menggunakan pesawat udara.

“Calon penumpang cukup membawa KTP dan Kode Booking tiket pesawat dan akan langsung menerima vaksin,” demikian Iwan Novi. (Ant)

Lihat juga...