Gunung Kidul Dapat Tambahan Pupuk Subsidi Lima Ribu Ton

GUNUNG KIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada 2021 mendapat tambahan alokasi pupuk subsidi sebanyak 5 ribu ton dari 13 ribu ton menjadi 18 ribu ton dalam rangka meningkatkan hasil produksi pertanian di wilayah ini.

Bupati Gunung Kidul, Sunaryanta di Gunung Kidul, Senin, mengatakan peningkatan kuota pupuk subsidi dilakukan menyesuaikan dengan kebutuhan petani di Gunung Kidul yang tertuang dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), karena luas lahan pertanian di wilayah ini sangat luas.

“Kami juga mengajukan permohonan agar ada peningkatan kuota tersebut. Kuota 18 ribu ton itu juga sudah kami perhitungkan sebelumnya, menyesuaikan kebutuhan,” kata Sunaryanto.

Ia optimistis tambahan kuota pupuk subsidi tersebut sangat mencukupi kebutuhan petani Gunung Kidul. Adapun pupuk tersebut sudah mulai didistribusikan.

“Pada masa persiapan musim tanam pertama ini sudah banyak didistribusikan kepada kios pupuk supaya segera ditebus petani,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Gunung Kidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan alokasi pupuk bersubsidi jenis urea untuk Gunung Kidul sebanyak 17.979 ton dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebanyak 18.610,63 ton dan realisasi saat ini baru 4.067,02 ton.

Sementara jenis SP-36 alokasinya 1.421 ton, RDKK 1.880,88 ton dan baru terealisasi 206,84 ton. Kemudian Pupuk jenis ZA alokasinya sebanyak 687 ton, RDKK 704,27 ton, dengan realisasi sekarang 73,46 ton.

Pupuk jenis NPK alokasinya 8.251 ton dengan RDKK 19.514,46 ton dan tersalurkan 3.400,87 ton. Pupuk organik padat alokasi sebesar 855 ton dengan RDKK 3.454,58 ton dan baru tersalurkan 43,18 ton. Sementara pupuk organik cair alokasi dari pemerintah 2.138 liter dan belum ada penyaluran.

“Kami mengimbau kepada petani segera menebus pupuk sesuai dengan RDKK yang diajukan,” imbaunya. (Ant)

Lihat juga...