Guru di Larantuka Buka Kedai Makan Aneka Menu Spesial

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Rumah makan yang menjual menu spesial masih jarang ditemukan di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim) Nusa Tenggara Timur (NTT). Mengisi kekosongan ini, seorang guru memberanikan diri membuka kedai dengan menyuguhkan aneka menu spesial berbahan baku ayam kampung.

“Saya mulai membuka Kedai Rumah Kita Waihali tanggal 7 Oktober 2020 dengan menyajikan menu spesial dari ayam kampung,” sebut Ferdy Lewoema pemilik Kedai Rumah Kita Waihali, saat ditemui di rumah makannya, Kamis (23/9/2021).

Ferdy menjelaskan, kedainya menyajikan menu ayam kampung bakar, goreng, sop serta panggang. Dia menambahkan, kedainya juga menyediakan ikan kuah asam, bakar serta ikan goreng dan aneka menu lainnya.

Ia mengaku memberanikan diri membuka usaha di saat pandemi Covid-19 sedang melanda karena telah merencanakannya sejak tahun 2019. “Sebenarnya sebelum Covid-19 sudah merancang usaha tapi saat pembanguan covid mulai melanda.Tapi karena sudah merancang sesuatu yang besar maka jangan behenti,” ucapnya.

Pemilik Kedai Rumah Kita Waihali, Ferdy Lewoema saat ditemui di kedainya, Kamis (23/9/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Guru di SMASK Santo Darius menyebutkan jangan karena alasan Covid datang kita berhenti membangun usaha kedai.

Ferdy mengaku sengaja membangun kedainya dari bahan bambu dengan  banyak ventilasi agar lebih terlihat klasik. Selain itu sebutnya dirinya tidak perlu  kipas angin dan pendingin ruangan sehingga bisa menekan biaya penggunaan listrik.

Lanjutnya, kedainya juga menyajikan minuman kelapa muda bakar dicampur dengan rempah-rempah seperti jahe dan gula merah sebagai minuman penambah stamina.

“Kebetulan istri juga suka masak maka setelah anak-anak bertumbuh dewasa baru kita mencari aktivitas dengan membuka kedai. Masa Covid ini cukup gaji karyawan 2 orang dan putar modal,” ucapnya.

Ferdy mengatakan, dirinya dipermudah dalam menyewa tempat usaha sebab mempunyai kedekatan dengan pemilik lahan dan masyarakat sekitar.

Ia memegang prinsip di mana bumi dipijak di situ tangan harus berkarya bagi sesama makanya saya juga mempekerjakan karyawan dari warga sekitar tempat usaha.

Lanjutnya, kedainya menyediakan menu makanan yang unik dari rumah makan dan kedai lainnya yang ada di Kota Larantuka. Dirinya melihat banyak anak-anak muda di Kota Larantuka masih belum banyak yang terjun untuk menjadi wirausaha.

“Keuntungan yang diperoleh minim karena budaya kuliner warga belum bertumbuh. Wisata kuliner belum bertumbuh bagus sehingga pendapatan tidak terlalu besar,” jelasnya.

Sementara itu pelanggan Kedai Rumah Kita, Icad Umbu mengaku selalu makan di rumah makan ini karena menyajikan aneka makanan dari ayam kampung.

Icad menyebutkan, sulit untuk mencari rumah makan yang menyuguhkan menu spesial dengan olahan bahan lokal dengan cita rasa khas yang mengikat pelanggan untuk selalu datang.

“Saya selalu datang untuk mencicipi ikan kuah asam dan ayam kampung bakar dan menu ayam kampung lainnya. Rumah makan ini tempatnya nyaman dan bersih,” ungkapnya.

Lihat juga...