Harga Minyak Naik di Tengah Kekhawatiran Pasokan

Ladang minyak BP Eastern Trough Area Project (ETAP) di North Sea, sekitar 100 mil dari Aberdeen Skotlandia. -Foto: ANTARA

NEW YORK – Harga minyak naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan Brent menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua bulan, didukung oleh meningkatnya permintaan bahan bakar dan penarikan persediaan minyak mentah AS, karena produksi di Teluk Meksiko masih terhambat setelah dilanda dua badai berturut-turut.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November terangkat 1,06 dolar AS atau 1,4 persen, menjadi menetap pada 77,25 dolar AS per barel, harga tertinggi sejak pertengahan Juli. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November bertambah 1,07 dolar AS atau 1,5 persen, menjadi ditutup di 73,30 dolar AS per barel.

“Kenyataannya sedang terjadi – ada lebih banyak pembicaraan tentang pengetatan persediaan global, dan ada kekhawatiran tentang masalah pasokan memasuki musim dingin,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago.

Dukungan tambahan mungkin datang karena Gedung Putih mengambil garis yang lebih keras terhadap Iran, katanya.

Pada Rabu (22/9/2021), kedua kontrak melonjak 2,5 persen setelah Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS dalam seminggu hingga 17 September turun 3,5 juta barel menjadi 414 juta – terendah sejak Oktober 2018.

Juga mendukung harga, beberapa anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya telah berjuang untuk meningkatkan produksi setelah bertahun-tahun kekurangan investasi atau penundaan pekerjaan pemeliharaan selama pandemi.

Pada Rabu (22/9/2021), menteri perminyakan Irak, mengatakan OPEC+ sedang bekerja untuk menjaga minyak mentah mendekati 70 dolar AS per barel karena ekonomi global pulih. Kelompok ini akan menggelar pertemuan pada 4 Oktober.

Lihat juga...