Hari Ini Angka Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Naik Tipis

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Update data Badan Pengendalian Bencana Nasional (BNPB) pada Senin, 13 September 2021, mencatatkan kasus baru Covid-19 sebesar 2.577 kasus, turun dari hari kemarin yang sebesar 3.779 kasus. Sehingga total kasus hari ini menjadi 4.170.088.

Angka kematian harian tercatat 276 kasus, meningkat dari catatan kematian harian kemarin yang sebanyak 188 kasus. Sehingga jumlah kematian akibat Covid-19 hari ini menjadi 139.165 kasus atau 3,337 persen dari jumlah kasus keseluruhan.

Angka kesembuhan hari ini terjadi penambahan sebanyak 12.474, menjadikan total angka kesembuhan hari ini sebesar 3.931.227 atau 94,272 persen dari keseluruhan kasus.

Sepuluh besar provinsi penumbang kasus baru, yakni Jawa Tengah dengan 353 kasus, Jawa Timur 318, Jawa Barat 210, DKI Jakarta 187, Aceh 133, Sumatra Utara 128, Bali 122, Kalimantan Timur 92, Riau dan Sulawesi Tengah masing-masing 85 kasus serta DI Yogyakarta 83 kasus.

Epidemiolog, Dicky Budiman, dalam salah satu acara kesehatan, Kamis (12/8/2021) lalu – Foto: Ranny Supusepa

Untuk angka kematian harian, dicatatkan secara berurut oleh Jawa Timur dengan 37 kasus, Jawa Tengah 35, Papua 25, Sumatra Utara 23, Bali dan Riau masing-masing 15, Kalimantan Timur, DI Yogyakarta dan Lampung masing-masing 13 kasus, serta Sulawesi Tengah 10 kasus.

Sementara itu pada hari yang sama, Senin 13 September 2021, pukul 9.33 GMT, worldometers.info melaporkan terjadi penambahan kasus menjadi 225.538.879, dengan jumlah kematian 4.645.334 dan kasus sembuh 202.139.282.

Indonesia masih menempati posisi posisi ke-13 dunia untuk jumlah kumulatif kasus. Sedangkan kasus baru harian Indonesia berada di posisi ke-8 dengan 2.577 kasus, setelah Filipina 20.745, Rusia 18.178, Thailand 12.583, Jepang 7.213, Mexico 5.139, Kazakhstan 3.088 dan Pakistan 2.988.

Untuk angka kematian harian, Indonesia berada di posisi ke dua dengan jumlah 276 jiwa, setelah Rusia 719 jiwa.

Sementara dari 49 negara di Asia, Indonesia masih menempati posisi ke empat dalam total kasus dan penyumbang terbanyak kasus kematian harian, yaitu 276 jiwa, diikuti Filipina dengan 163 jiwa dan Thailand 132 jiwa.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinyatakan sebagai langkah yang tepat untuk mencegah makin meluasnya paparan Covid-19 di Indonesia.

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, menyebutkan PPKM yang sudah berlangsung sejak 12 Juli 2021 sebagai penjaga masyarakat.

“Sebetulnya sudah sejak 14 tahun lalu WHO mengajarkan tahapan-tahapan dalam pengendalian suatu pandemi. Dan, harus terus ditingkatkan demi penanganan pandemi,” kata Dicky.

Ia menyebutkan, Australia pun menerapkan pola penanganan yang sama seperti Indonesia. “Yang diterapkan di Australia juga seperti itu. Disebutnya pentahapan strategi. Sehingga masyarakat tahu kita ada di mana, level apa sekarang. Itu selalu terpampang di dalam website pemerintah. Dan, apa yang diperbolehkan itu dengan indikatornya, kan sama dengan PPKM ini,” ucapnya.

Tinggal menjaga komitmen dan konsistensi penerapan PPKM, dengan terus melakukan evaluasi pada setiap aturan yang ditetapkan.

“Masalahnya, bagaimana komitmennya? Bagaimana konsistensinya? Dua ini yang masih jadi PR buat kita. Karena saya masih mendengar banyak mereka tokoh-tokohnya, anak-anak muda yang menganggap PPKM tidak ada. Berarti kan harus ada evaluasi. Karena aturan itu nggak mesti ideal, itu sudah cukuplah,” ucapnya lagi.

Sejauh ini, Dicky menilai penerapan PPKM dalam mengendalikan Covid-19 cukup berhasil. “Terbukti dari terjadinya penurunan kasus Covid-19, di mana angka positivity rate nasional sudah di bawah standar WHO. Walaupun belum maksimal. Semua itu berkaitan dengan bagaimana bisa diimplementasikan dengan benar oleh seluruh pihak,” pungkasnya.

Lihat juga...