Ibu Menyusui yang Sudah Divaksin Bisa Mentrasfusi Antibodi Bagi Bayi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Wakil Ketua IKMI Pusat, Dokter Bonita Francisca, dalam webinar, Jumat (24/9/2021). Foto : Amar Faizal Haidar

BANDUNG — Vaksinasi Covid-19 bagi ibu menyusui sangat besar manfaatnya, di samping mampu meningkatkan imunitas bagi si ibu, ternyata juga bisa sekaligus mentransfusi antibodi kepada bayi mereka melalui aktivitas menyusui.

Wakil Ketua Ikatan Konsulat Menyusui Indonesia (IKMI) Pusat, Dokter Bonita Francisca mengungkapkan, antibodi yang disalurkan lewat ASI bisa bertahan hingga tujuh bulan di dalam tubuh bayi.

“Jadi memang ibu menyusui sangat dianjurkan sekali mengikuti program vaksinasi Covid-19. Tapi ini khusus bagi ibu yang menyusui secara langsung (direct breastfeeding), bukan melalui dot dan sebagainya,” kata Dokter Bonita dalam webinar bertajuk Menyusui di Masa Pandemi yang diikuti Cendana News, Jumat (24/9/2021).

Lebih lanjut, Dokter Bonita sangat menekankan agar ibu dapat memaksimalkan kegiatan menyusui secara langsung kepada bayi atau anak-anak mereka. Pasalnya, menyusui sangat berkaitan pada optimalisasi tumbuh kembang anak.

“Otak anak itu terstimulasi perkembangannya hingga 80 persen sejak usia 0 sampai 2 tahun. Karena itu harus betul-betul dioptimalkan melalui kegiatan menyusui secara langsung, skin to skin (kulit ketemu kulit),” jelasnya.

Dokter Bonita sangat tidak menganjurkan bayi mengkonsumsi susu formula, karena kandungan manisnya yang berlebih, sehingga bisa membuat bayi menjadi sulit atau tidak suka menyusu. Pada akhirnya hal tersebut akan mengganggu optimalisasi tumbuh kembang anak.

“Di masa pandemi ini banyak Ibu yang mulai memberikan susu formula kepada anak mereka dengan alasan khawatir menularkan virus, dan dianggap lebih praktis. Padahal ini justru akan berdampak tidak baik. Oleh karena itu saya mengajak semua pihak, khsusnya para tenaga kesehatan untuk kembali mendorong Ibu melakukan relaktasi, atau menyusui kembali,” papar Dokter Bonita.

Di forum yang sama, Ketua Ikatan Konsulat Menyusui Indonesia (IKMI) Provinsi Banten, Maharani Bayu Handayani menjelaskan, menyusui yang benar adalah memastikan areola atau area melingkar di bagian tengah payudara masuk ke dalam mulut bayi.

“Jadi bukan hanya putingnya saja, tapi semua bagian areola itu masuk ke mulut bayi, dalam kedokteran disebut good latch. Ini cara dasar menyusui yang benar, tapi banyak yang belum mengerti,” kata Maharani.

Menurut Maharani, 80 persen Ibu di Indonesia masih bermasalah dengan kegiatan menyusui.

“Ini memang harus dikondisikan, menyusui itu tidak segampang yang kira kira. Intinya areola tidak terlihat, semua masuk ke dalam mulut bayi, dan rahang bayi saat itu bergerak. Ciri-ciri paling gampang menyusui yang benar adalah tidak ada bunyi yang terdengar,” pungkas Maharani.

Lihat juga...