Indonesia Bisa Ambil Peran Diplomasi Antariksa

Gedung rektorat UI. -Ant

DEPOK – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Dr. Arie Setiabudi Soesilo, mengatakan Indonesia dapat mengambil peran diplomasi antariksa yang mengedepankan kepatuhan negara terhadap tata kelola global dan regional.

“Diplomasi keantariksaan menarik untuk dilihat dari sudut pandang wilayah Indo-Pasifik, yang menjadi transisi kekuatan hegemoni dunia dari Amerika Serikat dan Eropa menuju negara-negara Asia Timur,” kata Arie Setiabudi Soesilo, dalam keterangan tertulisnya, di terima di Depok, Jabar, Senin (27/9/2021).

Ia mengatakan, tantangan yang muncul dari persaingan dan kekuatan hegemoni, yakni Indonesia dan Asia dapat menjaga relevansinya tidak hanya sebagai penyedia sumber daya mentah dan tenaga kerja, tetapi sebagai pemain aktif yang menentukan nasibnya sendiri dan tidak hanyut dalam eksploitasi negara besar.

Hal tersebut dikatakan Arie Setiabudi dalam sambutannya pada acara seminar nasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), bekerja sama dengan Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa (KKPA).

Menurut dia, tantangan di luar angkasa ini menjadi masalah karena tidak semua orang Indonesia atau orang yang memiliki pendidikan tinggi memahami tantangan dan pentingnya memiliki daya saing di luar angkasa.

“Ini penting untuk memastikan akses dan pengembangan kekuatan yang adil bagi negara dan bangsa di dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam konteks tujuan pembangunan berkelanjutan, teknologi antariksa menjadi salah satu tools yang diharapkan dapat mendorong pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan 2030.

Lihat juga...