Ini Perjuangan Warga Bandar Lampung Peroleh Air Bersih

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Berbagai cara dilakukan warga Bandar Lampung untuk mendapat air bersih demi kesehatan.

Hardianto, warga Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung mengaku sudah dua hari memilih mandi dengan air terbatas. Ia terpaksa mengantre untuk mendapatkan air bersih dari RT 7 Lingkungan 1 Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan.

Mendapat air bersih sebutnya jadi kebutuhan untuk kesehatan keluarga. Ketiadaan sumur gali, instalasi air dari perusahaan daerah air minum Way Rilau tak mengalir selama dua hari membuatnya kelimpungan.

Ia bahkan memakai air galon berukuran 19 liter untuk mandi meski sejatinya untuk masak, minum. Kebutuhan mencuci, toilet atau kakus terpaksa dipasok dengan mengambil air dari sumur pompa.

Kebutuhan air bersih untuk kesehatan sebutnya sangat penting. Hardianto bilang sejak dua bulan terakhir, sistem jadwal pasokan air berimbas warga kesulitan air.

Kemarau yang mulai melanda sekaligus menyulitkannya untuk mendapat air bersih. Meski harus mengeluarkan biaya lebih banyak, ia menyebut kebutuhan kesehatan lebih penting untuk keluarga.

“Menjaga kesehatan kulit dengan tetap mandi teratur, buang air besar dan air kecil  yang rutin dilakukan memerlukan air bersih, air hujan yang ditampung telah habis, sehingga peluang mendapatkan air bersih dengan cara membeli. Untuk mandi, cuci, kakus. Untuk mandi saya membeli sistem galon,” terang Hardianto saat ditemui Cendana News, Jumat (3/9/2021).

Hardianto bilang kebutuhan air bersih untuk kesehatan sangat penting. Ia bahkan mengaku rela mengurangi uang membeli rokok demi membeli air bersih.

Kebutuhan air bersih untuk istri dan dua anaknya dipasok dengan cara membeli. Alternatif lain diplilih olehnya dengan cara mengambil air bersih dari sumber mata air di wilayah Teluk Betung Barat memakai jeriken.

Nana Iriana, ketua RT 7 Lingkungan 1 Pesawahan sebagai pengelola sumur pompa mengaku permintaan air bersih meningkat.

Sejak pukul 05.00 pagi ratusan warga asal sejumlah kecamatan membawa jeriken, drum, ember, galon. Sebagian warga membeli secara sukarela seharga Rp3.000 hingga Rp5.000 per galon, per ember yang dibawa. Ia tidak mematok harga bagi warga yang membutuhkan air bersih.

“Banyak warga mengaku tidak bisa mandi, gatal-gatal dan tentunya berpotensi mengalami gangguan kesehatan imbas pasokan air terbatas,” ulasnya.

Sebagian tukang air bersih sebutnya membawa 12 jeriken untuk dijual. Nana Iriana bilang air bersih diperlukan untuk mandi, cuci, kakus.

Lihat juga...