Ini Sekolah Tertua di Tambun yang Dilupakan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Banyak tokoh besar di wilayah Bekasi, dulu mengenyam pendidikan di SD Negeri 01 Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Dulu SD Negeri tersebut hanya dikenal sebagai SD Buwek Tambun.

Ketika zaman Orde Baru, SD Buwek pernah berubah nama menjadi SD Inpres, sebelum ada pemekaran administrasi wilayah dan berubah menjadi SD Negeri 01 Sumberjaya, Tambun Selatan, karena menyesuaikan dengan nama desa.

Tapi, sekolah tertua di wilayah Tambun itu seperti dilupakan, kondisi beberapa ruang kelas cukup memprihatinkan sehingga membutuhkan perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

SD Negeri 01 Sumberjaya sebagai sekolah tertua di wilayah Tambun sampai sekarang setidaknya masih ada peserta didik dengan jumlah 430 siswa dengan 7 ruang kelas dan tiga unit bangunan.

“Dulu SD ini dikenal SD Buwek begitu saja, lalu SD Inpres saat Orde Baru, sekarang SD Negeri 01 Sumberjaya. Ini adalah SD pertama di wilayah Tambun yang berdiri sejak era Hindia Belanda. Dalam suratnya tertera sejak tahun 1932,” kata Sunarto, Kepala Sekolah SD 01 Sumber Jaya, Tambun Selatan, kepada Cendana News, Kamis (30/9/2021).

Sunarto, Kepala Sekolah SD Negeri 01 Sumberjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi ditemui di sekolahnya, Kamis (30/9/2021). Foto: Muhammad Amin

Dikatakan,  tokoh di Bekasi yang dulu sekolah di SD Negeri 01 Sumberjaya menurut Sunarto adalah Haji Bongkon, seorang tokoh pendidikan.

Menurut Sunarto yang baru satu setengah tahun menjadi Kepala Sekolah di SD Negeri 01 Sumberjaya, gedung sekolah itu dibangun terakhir kali pada tahun 2007 melalui dana CSR salah satu bank milik negara.

SD Negeri 01 Sumberjaya, lanjut Sunarto, sepertinya kalah dengan sekolah baru di lingkungan perumahan. Peserta didik di sekolah tersebut rata-rata orang kampung yang berada di belakang sekolah.

“Kondisi sekarang memprihatinkan, saya dari awal menjadi kepala sekolah 1,5 tahun lalu memang kaget, apalagi saat pertama kali melihat. Karena kurang layak untuk sebuah sekolah apalagi dengan kondisi plafon yang pendek atau jauh dari representatif untuk memberikan rasa aman dan nyaman peserta didik,” ujar Sunarto.

Saat ini, jelasnya, kondisi ruangan retak, atapnya juga sudah terbuka. Kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, M. Nuh, yang melakukan sidak di SD Negeri 01 Sumberjaya Sunarto berharap bisa diperjuangkan agar lebih representatif. Apalagi sebagai sekolah yang memiliki sejarah panjang harusnya bisa menjadi sekolah unggulan bahkan percontohan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, M Nuh, saat melihat langsung kondisi SD Negeri 01 tersebut mengaku prihatin karena kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bekasi sebagai salah satu sekolah yang menyimpan sejarah sejak era perjuangan.

Untuk itu ia mengingatkan agar Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi,  dapat mengucurkan dana yang lebih bermanfaat. Salah satunya memperbaiki ruang kelas untuk menciptakan kondisi proses belajar mengajar lebih nyaman dan representatif.

“Banyak sekolah di wilayah Tambun memerlukan perhatian, ini harusnya menjadi perhatian Dinas Pendidikan karena 20 persen anggaran daerah khusus dialokasikan bagi pendidikan. Tapi ini ironis, sekolah yang menyimpan nilai sejarah saja di lupakan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, Matam, mengakui, bahwa jumlah sekolah dasar negeri di wilayah setempat totalnya ada 6 sekolah dasar. Dari jumlah itu hanya satu yang dinilai representatif.

“Lima SD kondisinya memprihatinkan, tidak jauh berbeda dengan SD Negeri 01 Sumberjaya ini. Bangunan retak, plafon hampir ambrol, tembok miring hingga cukup mengkhawatirkan bagi peserta didik dan guru,” ujarnya menunjuk SD Negeri 01 sebagai contoh sekolah yang memprihatinkan.

Lihat juga...