IRT di Sleman Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin dan Sabun

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

Sementara itu, Josh Handani selaku pengisi materi pelatihan, mengatakan upaya untuk mengurangi sampah ataupun limbah harus dimulai dari lingkungan terkecil yakni rumah tangga. Salah satu hal yang paling mendasar untuk bisa mewujudkan hal tersebut adalah dengan mengubah mindset dan perilaku masyarakat.

“Hal pertama yang mesti dilakukan adalah mendorong warga agar mau bertanggungjawab atas limbah yang dihasilkannya sendiri. Karena tanpa mindset seperti itu, akan sulit mengubah perilaku masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah. Adanya pembangunan sarana maupun infrastruktur, pengelolaan sampah, jika tanpa dibarengi mindset seperti itu juga akan percuma,” katanya.

Dengan mampu mengolah sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap keluarga, paling tidak volume sampah di setiap wilayah akan semakin berkurang. Begitu juga potensi pencemaran ataupun kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya.

Terlebih dengan pengolahan atau daur ulang sampah ini, setiap warga juga akan mendapatkan manfaat positif dari sisi ekonomi.

“Dengan mendaur ulang limbah minyak jelantah, warga akan bisa mendapatkan manfaat ekonomi. Misalnya menjual produk daur ulangnya. Atau minimal, bisa lebih menghemat biaya kebutuhan sehari-hari karena tidak perlu lagi membeli lilin ataupun sabun. Meski manfaat ekonomi ini tidak boleh menjadi tujuan utama. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat mau bertanggungjawab atas limbah yang dihasilkannya,” jelasnya.

Lihat juga...