Italia Perluas Penggunaan ‘Green Pass’ Covid-19

ROMA – Italia memperluas penggunaan dokumen kesehatan Kartu Hijau (Green Pass) pada Rabu, sehingga wajib bagi orang-orang untuk memilikinya saat bepergian dengan kereta api berkecepatan tinggi, pesawat, feri, dan bus antarwilayah.

Kartu Hijau adalah sertifikat digital atau kertas yang menunjukkan seseorang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19, telah dites negatif, atau baru saja pulih dari virus.

Perdana Menteri, Mario Draghi, memperkenalkan izin itu pada awal musim panas untuk mencoba mendorong orang agar divaksin. Awalnya diperlukan untuk memasuki banyak tempat budaya dan rekreasi, tetapi cakupannya secara bertahap diperluas.

Skema tersebut telah memicu protes oleh beberapa orang Italia, yang mengatakan itu menginjak-injak kebebasan, dan penentang telah bersumpah untuk memblokir lalu lintas kereta api pada demonstrasi yang akan diadakan pada Rabu.

Namun, dengan 70,1 persen dari semua orang Italia yang berusia di atas 12 tahun divaksin penuh, sebagian besar orang tampaknya mendukung upaya inokulasi dan penggunaan Kartu Hijau.

“Mereka berhak meminta Kartu Hijau. Jika Anda tidak ingin mendapatkan vaksin, maka tetap di rumah dan jangan bepergian,” kata warga Roma, Alessia Colombi, di stasiun kereta utama kota itu.

Menteri Luar Negeri Italia, Luigi Di Maio, pada Selasa (31/8) mengecam apa yang disebutnya “iklim kebencian” terhadap kampanye vaksinasi Covid-19, setelah ia dan sejumlah politisi dan pakar medis lainnya menerima ancaman di media sosial.

Pemerintah telah mengatakan, para guru akan membutuhkan Kartu Hijau ketika sekolah dibuka kembali bulan ini, setelah liburan musim panas. Pekan lalu, para pejabat mengatakan mereka sedang mempertimbangkan untuk memperluas skema tersebut kepada siapa pun yang bekerja di kantor publik atau toko swalayan.

Sekitar 129.221 orang telah meninggal karena virus corona di Italia sejak pandemi melanda tahun lalu, jumlah kematian tertinggi ke dua di Eropa setelah Inggris. Kasus-kasus baru bertahan relatif stabil pada Agustus, tetapi dokter khawatir varian Delta yang lebih menular dapat menyebabkan lonjakan infeksi baru dalam beberapa minggu mendatang. (Ant)

Lihat juga...