Jelang PTM di Banyumas, Tes Antigen dan Vaksin Diburu

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Memasuki masa pembelajaran tatap muka (PTM), rapid tes antigen dan vaksin banyak diburu para orang tua siswa di Banyumas, demi anak-anak mereka bisa mengikuti PTM. Sebab, beberapa sekolah mensyaratkan hal tersebut untuk bisa mengikuti PTM.

Salah satu orang tua siswa, Hutrianto Hari, mengatakan anaknya wajib membawa hasil rapid tes antigen untuk mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah minggu ini. Sehingga, ia mencari tes antigen yang dilaksanakan di Banyumas.

“Alhamdulilah, di Alun-alun Purwokerto ada rapid tes antigen gratis setiap hari, hanya pendaftaran harus melalui online dan menyerahkan nomor induk kependudukan (NIK) sebagai syarat ikut rapid tes antigen, karena anak saya belum mempunyai KTP, menggunakan kartu keluarga (KK),” terangnya, Kamis (2/9/2021).

Hutrianto menuturkan, meskipun agak sedikit merepotkan, persyaratan tes antigen dimaksudkan untuk menjamin keamanan siswa selama mengikuti PTM, sehingga ia mengikuti persyaratan tersebut.

“Orang tua juga menjadi tidak khawatir kalau semua siswa yang ikut PTM sudah ikut tes antigen dan dinyatakan negatif,” katanya.

Selain rapid tes antigen, vaksin gratis juga banyak diburu para orang tua untuk keperluan anak-anaknya yang hendak mengikuti PTM. Beberapa lokasi pelaksanaan vaksin massal dipadati orang tua yang membawa serta anak-anaknya.

Syena Angkasa, salah satu pelajar yang mengikuti rapid tes antigen, mengatakan sebenarnya ada rasa takut untuk mengikuti tes antigen, tetapi demi PTM ia menguatkan diri untuk menjalaninya.

“Rasanya sakit sampai ke ujung hidung, sampai meneteskan air mata tanpa sadar, padahal tidak ingin menangis. Tidak apa-apa, soalnya sudah ingin belajar di sekolah,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini ada 54 sekolah di Kabupaten Banyumas yang mulai menggelar pembelajaran tatap muka. Dari Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas sudah melakukan verifikasi terkait sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan (prokes). Namun, beberapa sekolah juga memberikan atura tambahan, seperti wajib menyerahkan hasil rapid tes antigen yang negatif ataupun surat keterangan sudah vaksin.

Kepala Dindik Kabupaten Banyumas, Irawati, mengatakan secara bertahap sekolah yang diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka akan ditambah, termasuk dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Saat ini baru untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang melaksanakan pembelajaran tatap muka, tetapi untuk PAUD juga sudah kita persiapkan secara bertahap, termasuk penambahan SD dan SMP lainnya juga sudah masuk dalam daftar kita,” jelasnya.

Lihat juga...