Jembatan Batu-Bukit Batu Purba, Destinasi Wisata Unggulan di Koja Doi

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Jembatan batu yang menghubungkan Pulau Koja Doi dan Pulau Besar sepanjang 680 meter menjadi salah satu destinasi wisata favorit selain Bukit Batu Purba yang ada di Pulau Koja Doi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Wisatawan yang berwisata ke Koja Doi pasti ingin melihat Bukit Batu Purba dan Jembatan Batu yang terbuat dari batu alam,” kata Samyadin, anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Koja Doi, saat dihubungi, Minggu (5/9/2021).

Sem sapaannya menyebutkan, Bukit Batu Purba di Pulau Koja Doi dengan ketinggian sekitar 30 meter merupakan tempat yang penuh sejarah.

Dijelaskannya, Bukit Batu Purba ini merupakan tempat pertemuan 3 raja yakni raja dari Egon Kabupaten Sikka, Adonara Kabupaten Flores Timur dan raja Majapahit.

Anggota Pokdarwis, Desa Koja Doi, Samyadin saat ditemui di Pulau Koja Doi, Selasa (17/8/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ia mengatakan, ceritera turun temurun ini masih diyakini hingga kini sehingga di atas puncak Bukit Batu Purba selalu diberikan sesajen termasuk juga masih ada bekas sumur di bukit batu ini.

“Batu-batu besar ini juga bisa dijadikan sebagai batu terapi. Pengunjung bisa berjalan kaki tanpa menggunakan sandal.Kita siapkan juga beberapa pondok untuk tempat bersantai di atas bukit batu ini,” ucapnya.

Sem mengatakan, untuk bisa sampai ke Pulau Koja Doi pengunjung bisa menaiki Kapal dari Pelabuhan Laurens Say Maumere dengan biaya Rp25 ribu serta waktu tempuh satu jam lebih.

Sementara itu lanjutnya, dari Pelabuhan Feri Kewapante ada Kapal feri yang berlayar setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu serta KM.Gandha Nusantara setiap hari Minggu yang melayani penumpang secara gratis.

“Bisa juga menaiki Kapal dari Pelabuhan Nangahale, Kecamatan Talibura dengan biaya sewa satu kapalnya untuk rombongan sekitar Rp300 ribu sekali jalan,” ucapnya.

Sem menjelaskan, pengunjung tidak perlu gelisah sebab selain penginapan,banyak kedai dan warung makan yang disiapkan warga termasuk cenderamata dari kain tenun.

Sementara itu, Kepala Desa Koja Doi, Hanawi mengakui, banyak hal yang memang perlu diperbaiki lagi agar para pengunjung bisa menikmati keindahan Bukit Batu Purba dan Jembatan Batu sebagai destinasi wisata favorit.

Hanawi menjelaskan, pihaknya pun sedang mengembangkan wisata bahari seperti snorkling dan diving dengan memanfaatkan spot-spot menyelam yang ada di sekitar perairan Pulau Koja Doi.

“Kami juga telah bekerja sama dengan PLN dan Dinas Pariwisata untuk melakukan transplantasi karang di perairan sebelah barat Pulau Koja Doi. Masih banyak hal yang perlu dibenahi agar desa kami bisa menjadi desa wisata yang bisa dikunjungi wisatawan,” tuturnya.

Lihat juga...