Jumlah Pengunjung Hutan Pinus Limpakuwus Dibatasi 25 Persen

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Wisata Hutan Limpakuwus Baturaden sudah masuk uji coba pembukaan destinasi wisata di Kabupaten Banyumas, selama satu minggu terakhir. Mengingat Banyumas masih masuk level 3 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), maka pengunjung dibatasi maksimal hanya 25 persen.

Pengelola Hutan Pinus Limpakuwus Baturaden, Eko Purnomo, mengatakan saat ini berangsur tingkat kunjungan mulai meningkat. Pada Sabtu (25/9/2021), jumlah pengunjung di atas 400 orang dan pada hari ini, Minggu (26/9/2021), meningkat hingga 520 orang.

“Kapasitas Hutan Pinus Limpakuwus Baturaden sampai dengan 5.000 pengunjung, dan saat ini jumlah pengunjung masih kisaran 500 orang. Kita juga memberlakukan sistem buka-tutup, sehingga jika pengunjung di dalam sudah 25 persen, maka kita tutup terlebih dahulu penjualan tiket hingga ada pengunung yang keluar,” jelas Eko, Minggu (26/9/2021).

Pengelola Hutan Pinus Limpakuwus Baturaden, Eko Purnomo, di Baturaden, Minggu (26/9/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Selama simulasi pembukaan tempat wisata tersebut, pihak pengelola juga didampingi oleh bhabinkamtibmas, serta petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan di lokasi.

Sementara itu, terkait pemberlakuan sistem ganjil-genap untuk kendaraan yang naik ke kawasan wisata Baturaden, Eko mengaku jika sedikit berdampak terhadap tingkat kunjungan. Ia mencontohkan, sebelum pemberlakuan ganjil-genap, pada saat akhir pekan kunjungan wisatawan sampai di angka 1.000 orang dan saat ini hanya separuhnya.

Meskipun begitu, selaku pihak pengelola wisata, Eko mengaku tidak terlalu mempermasalahkan menurunnya tingkat kunjungan tersebut.

Menurutnya, pemberlakuan sistem ganjil-genap merupakan kebijakan yang sudah melalui banyak pertimbangan, antara lain sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Sehingga, ia mengaku sangat bisa memahami penerapan aturan tersebut.

“Memang sedikit berdampak terhadap tingkat kunjungan, namun kita sangat memahami. Ibaratnya, bagi kita selaku pihak pengelola wisata, pada kondisi saat ini dipebolehkan buka dan beroperasi kembali sudah sangat berterima kasih, minimal kita ada pemasukan untuk menutup biaya operasional serta menggaji para pegawai di sini,” ucapnya.

Eko mencontohkan, pada saat awal penerapan kebijakan PPKM, terbukti hingga saat ini mampu menurunkan penyebaran Covid-19. Dan, kebijakan pemberlakuan sistem ganjil-genap juga merupakan rangkaian dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Pasti kebijakan tersebut sudah melalui banyak pertimbangan, dan bagi kita diperbolehkan beroperasi kembali saat ini sudah sangat berterima kasih, jadi terkait penurunan jumlah pengunjung tidak masalah,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung Hutan Pinus Limpakuwus Baturaden, Neti, mengatakan begitu mengetahui kawasan wisata tersebut sudah dibuka, ia langsung berkunjung bersama keluarga.

“Ini salah satu tempat wisata favorit saya dan sudah lama sekali ingin jalan-jalan di hutan pinus ini, udaranya segar dan suasananya sangat sejuk, membuat fresh pikiran sebelum memulai aktivitas awal pekan nanti,” ucapnya.

Lihat juga...