Kampung Legok, Sentra Budi Daya Ikan Nila di Bekasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Kampung Legok di Kelurahan Jatiluhur, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, selama ini dikenal sebagai sentra budi daya ikan nila. Memanfaatkan lahan kosong milik perusahaan daerah, disulap jadi kolam oleh warga sekitar. Hasilnya bisa untuk suplai kebutuhan pasar di wilayah setempat.

“Kebutuhan ikan nila di Kota Bekasi cukup mendominasi, baik untuk pedagang atau konsumsi rumah tangga. Bahkan untuk kelas super mendatangkan langsung dari Jawa,” ujar Yahya, pembudidaya ikan nila di Kampung Legok kepada Cendana News, Senin (6/9/2021).

Lokasi Kampung Legok di Jatiluhur, Kota Bekasi, dikenal sebagai sentra budi daya ikan nila. Terlihat Yahya tengah melayani pembeli ikan nila yang ditampung dari daerah Jawa, Senin (6/9/2021) – Foto: Muhammad Amin

Panen ikan nila memang membutuhkan waktu hingga beberapa bulan. Sementara kebutuhan setiap hari cukup banyak dan pembudidaya yang ada di Kota Bekasi terbatas. Maka harus mendatangkan dari luar Kota Bekasi, seperti dari Jawa Tengah atau daerah Indramayu dan Cirebon untuk mengisi permintaan pasar.

Pengiriman dari luar Kota Bekasi dilakukan setiap dua hari sekali, menggunakan tempat khusus. Ikan pun harus hidup lalu ditampung di dalam jeriken yang disiapkan, telah diisi air dengan ukuran per ekor lebih dari sekilo sebelum dikirim ke pelanggan.

“Budi daya ikan nila di Kota Bekasi masih menjanjikan. Tapi lahannya terbatas, hanya dengan memanfaatkan lahan kosong milik perusahaan yang bisa dijadikan kolam, untuk memenuhi permintaan pasar,” tegas Yahya.

Dikatakan bahwa wilayah Legok sudah lama jadi sentra ikan nila dengan memanfaatkan lahan kosong. Dulu, lokasi tersebut merupakan kawasan rawa, dan di sekitar lokasi dilintasi Kali Alam hingga cocok dijadikan tempat budi daya.

Sentra budi daya ikan di Kampung Legok tersebut dalam perkembangannya tidak hanya ikan nila. Tapi, ada beberapa petani yang membudidayakan ikan hias sebagai penyelang di sisa kolam ikan nila. Dengan menggunakan terpal Yudi juga membudidayakan jenis ikan guppy yang menurutnya memiliki harga stabil.

“Kampung Legok ini memang dikenal sebagai sentra budi daya ikan nila. Kami hanya menggarap lahan kosong sebelum dibangun untuk budidaya. Di seberang itu kawasan Pamahan dikenal sebagai sentra budi daya tanaman sayuran,” jelas Yudi, pembudidaya ikan hias dan nila menunjuk lahan tak jauh dari Kampung Legok.

Dikenal sebagai sentra ikan nila, Kampung Legok sudah memiliki pengepul tersendiri yang setiap panen langsung mengambil ke lokasi tersebut. Bahkan untuk stok pedagang ikan keliling setiap hari juga banyak mengambil di Kampung Legok.

“Setiap hari kampung ini kalau pagi seperti pasar ikan. Tapi, mereka para pedagang itu, berhentinya di jembatan tidak masuk ke areal budi daya. Ada tempat khusus untuk memilih ikan guna dibawa keliling setiap pagi,” jelas Yudi.

Lihat juga...