Karedok, Makanan Sehat Berbumbu Kacang dan Kencur

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BOGOR — Aroma kencur menjadikan karedok dan lotek terasa lebih khas dan segar. Berpadu dengan sayuran mentah dan kerupuk, kelezatan karedok dan lotek benar-benar tak bisa ditolak.

Teh Entin menjelaskan perbedaan karedok dan lotek, yang jarang diketahui masyarakat sambil mempersiapkan pesanan di lapak miliknya, di area Cariu, Bogor Timur, Sabtu (25/9/2021) – Foto Ranny Supusepa

Entin, salah seorang penjual karedok dan lotek menjelaskan, banyak masyarakat yang tak memahami perbedaan karedok dan lotek. Bahkan banyak yang mengatakan kalau itu sama.

“Ya memang sama-sama berbahan sayuran mentah dan bumbunya menggunakan kacang. Yang membedakannya, kalau lotek itu bumbunya kencur dan kacang tanah. Kalau karedok, selain kencur dan kacang tanah, bumbu ulek-nya ditambahkan dengan oncom bakar. Tidak banyak, tapi cukup untuk memberikan rasa yang berbeda,” kata Entin, data ditemui di lapaknya, di Cariu, Bogor Timur, Sabtu (25/9/2021).

Selain itu, Entin juga menyampaikan, kalau karedok ada juga yang menambahkan gerusan leunca dan kemangi, yang disebut sebagai karedok leunca.

“Untuk sayurannya, saya biasa menggunakan kacang panjang, tauge, timun, kol dan kemangi. Yang gampang dan murah didapat saja. Kadang-kadang, saya tambahkan juga terung lalap,” ucapnya.

Kacang tanah, lanjutnya, setelah digoreng sudah ditumbuk kasar terlebih dahulu. Sehingga saat ada yang memesan, sudah tak membutuhkan waktu lama untuk mengulek bumbunya.

“Pertama, ulek dulu cabe, kencur dan bawang putihnya. Setelah halus, masukkan kacang tanah yang sudah ditumbuk tadi secukupnya, ulek lagi, lalu masukkan air asam sedikit. Setelah tercampur rata, baru masukkan air jeruk sambal untuk memberi rasa segar dan aroma. Baru sayuran dimasukkan,” ucapnya lagi.

Ia menyebutkan, jarang pelanggan yang makan ditempat. Hampir semuanya, membeli untuk dibawa pulang dan dimakan di rumah.

“Paling ada beberapa pelanggan bengkel suami yang makan disini. Sambil menunggu motornya dicuci atau diperbaiki oleh suami, mereka pesan karedok atau lotek. Saya menyediakan gado-gado juga. Karena ada beberapa yang pendatang di daerah sini, tidak suka dengan lotek atau karedok,” kata Entin.

Pegiat Kuliner Ina Permana menjelaskan karedok dan lotek merupakan makanan khas daerah Jawa Barat yang dikenal sehat dan bergizi.

“Kenapa sehat? Karena sayurannya mentah, jadi seratnya dinyatakan masih tinggi. Begitu dibuat langsung dimakan, sehingga kita mengkonsumsi makanan yang segar. Sama saja seperti makan lalapan. Bedanya kalau lalapan itu menggunakan sambal, kalau karedok atau lotek pakai bumbu kacang. Kalau disamakan dengan makanan luar negeri, seperti salad,” kata Ina sat dihubungi.

Asal-usul karedok sendiri, lanjutnya, ada berbagai versi. Salah satunya, yang diceritakan dari mulut ke mulut adalah cerita tentang aktivitas Pangeran Soeria Atmadja, seorang bupati di wilayah Sumedang sekitar tahun 1880an.

“Ceritanya Pangeran Soeria Atmadja sedang menangkap ikan di sungai dengan jala di Leuwi Kiara yang berada di aliran Sungai Cimanuk. Dia kelelahan, lalu rehat di Kampung Dobol. Perutnya juga keroncongan. Oleh masyarakat dibuatkan lah nasi dan karedok terong. Pangeran Soeria Atmadja merasakan kelezatannya dan bercerita pada sesepuh Sumedang tentang hidangan lezat itu. Bahkan kemudian mengajak mereka mendatangi kampung itu dan menyantap karedok. Sejak itu, nama Kampung Dobol diubah menjadi jadi Desa Karedok,” urainya.

Ia menjelaskan variasi pengolahan makanan mentah di tanah Sunda merupakan suatu gaya hidup yang selaras dengan alam.

“Artinya, kita diajarkan untuk makan apa yang tersedia di alam tanpa perlu banyak mengolah dan menggunakan bumbu yang terlalu rumit. Yang penting bersih dan bervariasi. Itu diajarkan secara turun-temurun. Secara ilmu pengetahuan modern pun, akhirnya diakui juga bahwa makanan yang tidak banyak mengalami proses pengolahan itu jauh lebih baik dibandingkan yang sudah mengalami proses pengolahan,” urainya lagi.

Karedok dan Lotek, ungkapnya, juga menunjukkan karakter masyarakat Sunda yang menyukai kesederhanaan.

“Lihat saja, karedok, lotek atau lalapan. Semuanya sederhana. Hanya sayuran mentah, ya kalau karedok dan lotek dicampur dengan bumbu kacang. Kan sangat sederhana dan tak membutuhkan waktu lama untuk mempersiapkan. Tapi enak dan mengenyangkan. Yang paling penting, makanan sehat,” pungkasnya.

Lihat juga...