Kawali Minta Perusahaan Penimbun Kali Cikarang Hentikan Aktivitas

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Koalisi Kawal Lingkungan Hidup Indonesia (Kawali) Bekasi Raya, meminta perusahaan yang melakukan penimbunan Kali Cikarang, di Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, untuk menghentikan aktivitas. Kegiatan tersebut dinilai melanggar UU tentang sungai karena mengubah struktur Kali Cikarang.

Yopi Oktavianto, Ketua Kawali Bekasi Raya, meminta perusahaan penimbun menghentikan aktivitasnya, Rabu (15/9/2021). Foto: Muhammad Amin

“Kegiatan itu harus dihentikan, instansi terkait harus turun. Aktifitas di Kali Cikarang tersebut, jelas menabrak aturan, apapun alasannya, kecuali mereka melakukan perbaikan,” ungkap Yopi Oktavianto, Ketua Kawali Bekasi Raya, kepada Cendana News, Rabu (15/9/2021).

Yopi mempertanyakan dasar aktivitas penimbunan bantaran Kali Cikarang oleh perusahaan FSW tersebut. Apakah sudah memiliki izin dari pemilik sungai seperti BBWS atau pemerintah daerah.

Menurutnya masih berjalannya aktivitas tersebut kemungkinan karena ada pembiaran oleh instansi terkait. Pasalnya, informasi di lapangan berbagai cara sudah dilakukan oleh pegiat lingkungan, baik dari komunitas dan lainnya untuk menghentikan aktivitas itu, tapi penimbunan tetap dilaksanakan.

“Biasanya dari beberapa kasus terkait lingkungan hidup yang diadvokasi Kawali terkait kegiatan seperti itu, pihak penimbun, akan mengklaim bahwa lahan itu milik mereka yang tergerus oleh air, sehingga dilakukan penimbunan. Tapi mereka tidak melihat bahwa mengubah struktur kali adalah perbuatan melawan UU,” tegasnya.

Terpisah Eko Djatmiko, pegiat lingkungan hidup dari Save Kali Cikarang mengakui, sampai sekarang aktivitas penimbunan masih berlangsung. Meskipun sudah diprotes, baik melalui surat laporan ke instansi terkait, namun belum ada tanda apapun.

“Meski sudah diprotes baik melalui media atau langsung, secara kasat mata belum ada tindakan apapun, baik dari perusahaan ataupun dari instansi terkait,” ujar Eko khawatir saat ini mulai memasuki musim hujan membuat banjir Lingkungan akibat terjadi penyempitan.

Eko berharap instansi terkait turun, dan mengembalikan fungsi kali sebagaimana mestinya.

Lihat juga...