KBRI Gelar Forum Bisnis di Namibia

JAKARTA – Kedutaan Besar RI di Windhoek menyelenggarakan forum bisnis di kota Luderitz, Provinsi Karas, Namibia, dalam upaya dan meningkatkan ekspor dan memperluas akses pasar bagi produk Indonesia di Namibia.

Sebanyak 30 pengusaha top dari berbagai sektor dan sejumlah jajaran Pemda Luderitz, hadir dalam forum bisnis tersebut, menurut keterangan KBRI Windhoek yang diterima di Jakarta, Jumat (10/9/2021).

Pada forum tersebut, Duta Besar RI untuk Namibia Wisnu Edi Pratignyo menyampaikan, bahwa Indonesia dan Namibia memiliki banyak peluang kerja sama yang sangat potensial di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi.

Kegiatan forum bisnis itu mendapatkan dukungan penuh dari Walikota Luderitz, Annamarie Hartzenberg, yang juga menyampaikan apresiasi dan menyambut baik penyelenggaraan forum bisnis di Luderitz.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat makin meningkatkan kerja sama antara pengusaha Indonesia dan Namibia di bidang perdagangan, pariwisata, dan investasi khususnya di Kota Luderitz.

Forum bisnis yang bersifat hybrid itu menghadirkan narasumber dari PT Waskita Karya, Universitas Gadjah Mada dan Konsul Kehormatan Namibia untuk Indonesia.

Para narasumber memaparkan peluang potensi perdagangan, pariwisata, investasi, serta kerja sama pengembangan infrastruktur, program peningkatan kapasitas dan berbagi pengalaman dan praktik terbaik, khususnya dalam pengembangan UMKM, budi daya perikanan, dan pertanian.

Dalam forum bisnis tersebut, KBRI Windhoek juga memanfaatkan kehadiran pengusaha dari Luderitz untuk mempromosikan kegiatan Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI-DE) 2021, yang akan berlangsung pada 21 Oktober hingga 4 November 2021.

KBRI Windhoek juga memperagakan produk unggulan Indonesia serta membuat demo memasak dan mencicipi mie instan Indonesia.

Sebelum acara kegiatan forum bisnis, Dubes Wisnu juga telah melakukan kunjungan kerja ke Wali Kota Luderitz, yang dilanjutkan dengan kunjungan ke perpustakaan Pemda Luderitz untuk mendonasikan sejumlah buku dan peralatan kepada perpustakaan tersebut. Donasi buku dan peralatan diterima secara resmi oleh para petugas perpustakaan.

Dubes RI berharap, kiranya buku-buku dan peralatan tersebut dapat lebih meningkatkan pemahaman baik Namibia terhadap Indonesia. (Ant)

Lihat juga...