Kedai Mai Sai Hasilkan Rp25 Juta Sebulan dari Penjualan Produk Organik

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Penjualan produk organik baik sayur-sayuran maupun buah-buahan di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan karena semakin banyak warga yang menyadari pentingnya kesehatan.

Staf Kedai Mai Sai di Kelurahan Kota Uneng, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Gabriela Venensia Wae saat ditemui di tempat usahanya, Selasa (7/9/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Kedai kami baru dua bulan beroperasi tapi sudah banyak yang membei sayuran dan buah-buahan organik,” kata Gabriela Venensia Wae, staf Kedai Mai Sai saat ditemui di tempat usahanya di Kelurahan Kota Uneng, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (7/9/2021).

Nansi sapaannya menyebutkan, dalam sebulan kedainya memperoleh pendapatan sebesar Rp20 juta hingga Rp25 juta untuk penjualan sayuran dan buah-buahan organik.

Dia menyebutkan, pembeli produk organik kebanyakan warga yang berumur di atas 60 tahun dan mereka membeli produk organik karena merasakan ada dampak terhadap kesehatannya.

“Hampir setiap hari minimal 10 orang datang membeli sayuran dan buah-buahan di Kedai kami. Sayuran dan buah-buahan kami peroleh dari kebun organik milik Puspas Keuskupan Maumere dan petani binaan Caritas Maumere,” ungkapnya.

Nansi menerangkan, produk sayuran dan buahan organik dari petani di titip di tempatnya dan setiap tiga hari sekali baru petani antar produk yang baru sekalian mengambil uang hasil penjualan.

Dirinya mengaku memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk organik yang dijual dan ada peningkatan signifikan jumlah pembeli selama dua bulan beroperasi.

“Mudah-mudahan pandemi Covid-19 segera berakhir agar kedai kami bisa beroperasi hingga malam hari. Dampak PPKM Level IV membuat kedai kami tutup sore hari namun pembeli tetap selalu berbelanja,” ucapnya.

Sementara itu, Veronika Lalo petani sayuran organik yang mengelola kebun milik Puspas Keuskupan Maumere mengakui selalu menitipkan produk sayuran di Kedai Mai Sai.

Veronika sebutkan, selain di Kedai Mai Sai pembeli juga berasal dari Anggota grup media sosial yang dibuat staf Caritas Keuskupan Maumere dan warga yang datang membeli sendiri di kebun.

“Memang harga jual sayuran organik agak sedikit lebih mahal. Tomat misalnya, kami menjual dengan harga Rp10 ribu per kilogram tapi kualitas tomatnya lebih baik dan lebih tahan lama disimpan,” tuturnya.

Lihat juga...