Keindahan Wisata Pantai Blekok di Situbondo

Editor: Makmun Hidayat

SITUBONDO — Wilayah Kampung Blekok yang berada di Desa Kalatakan, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Jawa Timur menjadi ekowisata yang menarik banyak wisatawan. Selain itu, masuk dalam nomimasi  Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Keberadaan wisata Kampung Blekok, menyuguhkan suasana pemandangan tanaman mangrove serta pantai yang berada di sisi utara dari permukiman warga Desa Klatakan, Situbondo.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo, Tutik Margianti mengatakan, Kampung Blekok merupakan konservasi mangrove yang memiliki luas lahan sebesar 27 hektare, serta dihuni oleh beberapa jenis hewan didalamnya.

Tutik Margianti (kiri) saat ditemui Cendana News di sela kesibukannya mengunjungi wisata Pantai Blekok, di wilayah Desa Klatakan, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Minggu (5/9/2021). -Foto Iwan Feri Yanto

“Jenis hewan yang jumlahnya ribuan itu (ada) burung blekok, burung kuntul dan burung sriti. Suasana ribuan jenis burung tersebut akan bisa dilihat pada saat menjelang malam hari,” ujar Tutik Kargianti kepada Cendana News, di wilayah Desa Klatakan, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Minggu (5/9/2021).

Tutik mengatakan, wahana wisata Kampung Blekok saat ini masuk dalam 50 besar dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia, dari jumlah desa wisata yang terjaring sebanyak 1.830 seluruh Indonesia.

“Aspek penting yang menjadi penilaian dasar sebagai desa wisata, terdapat 7 kategori diantaranya, penilaian desa digital, konten kreatif, daya tarik wisata, homestay, toilet, suvenir, kebersihan, kesehatan, keamanan dan aspek lingkungan yang mumpuni,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kebudayaan dan Pariwisata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim, Sinarto mengatakan, wisata Kampung Blekok memiliki keunggulan tersendiri. Dalam pengembangan wisata alam, juga terdapat sektor usaha ekonomi yang berkembang di sekitar area wisata.

Sinarto (tengah) saat ditemui Cendana News mengatakan, wisata Pantai Blekok memiliki potensi wisata alam yang menakjubkan dengan memanjakan mata dari tanaman mangrove, serta burung yang jumlahnya ribuan, di Desa Klatakan, Minggu (5/9/2021). -Foto Iwan Feri Yanto

“Adanya wisata ini dapat terintegrasi dengan pembangun sektor usaha UMKM masyarakat sekitar. Banyak usaha kerajinan yang ikut tumbuh dengan ada ekowisata Kampung Blekok ini,” ucapnya.

Kelebihan lain dari wisata blekok, lanjut Sinarto, yakni pengembangan wisata dengan memberikan tempat sebagai ruang belajar untuk wisatawan yang datang. Di mana para wisatawan dapat melakukan penanaman mangrove di sekitar pantai.

“Pengembangan sektor wisata blekok tentu harus ditingkatkan lagi. Selain sebagai wahana wisata, juga dapat sebagai tempat wisata edukasi serta meningkatnya sektor ekonomi kreatif masyarakat di sekitar wisata ini,” ungkapnya.

Lihat juga...