Kelezatan Lontong Sayur Mak Dasih Dimasak dengan Tungku

Editor: Makmun Hidayat

BOGOR — Kuliner lontong sayur banyak ditemui di sejumlah daerah, masing-masing memiliki kekhasannya tersendiri. Di Cariu,Jonggol, Bogor Timur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ada lontong sayur Mak Dasih. Kuah berbumbunya terasa menyatu dengan lontong pulen yang dimasak menggunakan tungku.

Mak Dasih menyebutkan tidak ada yang khusus dalam pembuatan lontong sayurnya. Bumbunya biasa saja seperti halnya lontong sayur yang dijual oleh pedagang lainnya.

“Biasa saja sih sebenarnya. Hanya memang saya tidak pernah sayang dengan bumbu. Yang penting kuahnya harus mengeluarkan aroma dan saat dimakan bersama lontong, rasa bumbu dari kuah santan itu tidak akan hilang,” kata Mak Dasih di sela kesibukannya melayani pelanggan, di Cariu, Jonggol, Bogor Timur, Sabtu (4/9/2021).

Ia menceritakan agar bisa mulai berjualan sejak pukul 6 pagi, ia sudah harus mulai mengerjakan sejak pukul 12 malam. Dan itu selalu dilakukannya setiap hari tanpa mengenal kata libur dan tak mengenal kata lelah

Pedagang lontong sayur, Mak Dasih yang sudah berjualan lontong sayur selama 40 tahun di Cariu, Jonggol, Bogor Timur, Sabtu (4/9/2021). -Foto Ranny Supusepa

“Biasanya kalau selesai isya, saya tidur. Nanti malam terbangun, ya bikin lontongnya dahulu. Kan nanti sambil nunggu lontong matang, bisa siapkan bumbu sayurnya,” tuturnya.

Kalau lontong sudah masuk ke dalam dandang untuk dikukus, maka Mak Dasih bisa melakukan salat sunah tahajud. Baru setelah itu ia mempersiapkan sayur untuk kuah lontongnya.

“Selesai salat, baru mulai potong sayur dan bumbunya. Sama saja sih bumbunya. Bawang merah, bawang putih, cabe merah, kunyit, kemiri, ketumbar dan ebi sedikit. Kemiri dan ketumbarnya disangrai dulu agar tidak langu,” tuturnya.

Kekhasan dari lontong sayur Mak Dasih adalah ia mencampurkan kerongkongan (tulang ayam sisa pembuatan filet, red) dalam kuah sayurnya.

“Ditambah juga memasaknya masih menggunakan kayu. Walaupun lama waktu memasaknya tapi rasa dan aroma kuahnya akan lebih khas,” kata Mak Dasih.

Untuk sayurnya, Mak Dasih menggunakan labu siam, wortel dan soun, yang dimasak tidak terlalu lama, agar saat disajikan tidak terlalu lembek.

“Jam 5an sudah selesai semua. Langsung ke lapak buat jualan. Sudah 40 tahun begini saja. Tapi alhamdulillah, hasilnya anak-anak selesai sekolahnya,” urai Mak Dasih.

Ade, seorang pembeli, menyatakan ia sangat menyukai rasa lontong sayur Mak Dasih.

“Rasanya tidak eneg, walaupun menggunakan santan. Bumbunya terasa. Dan yang khasnya ya aromanya itu. Jadi walaupun harus ngantre dari pagi, ya pasti bela-belain,” kata Adek, sesaat usai membayar lontong sayur yang dibelinya.

Ia menceritakan, semenjak ia tinggal di Cariu setahun lalu, paling tidak seminggu sekali ia pasti membeli lontong sayur di Mak Dasih.

Lihat juga...