Kemasan Produk UMKM Harus Penuhi Fungsi Estetika 

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Daya tarik suatu produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat dilihat dari desain pengemasan yang sesuai estetika yang memberikan pengaruh kepada konsumen untuk membelinya. 

Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Victoria Simanungkalit mengatakan, kemasan dapat membentuk citra sebuah produk sekaligus menjadi elemen yang membuatnya tampak berbeda dengan kompetitor.

“Jadi, kemasan ini merupakan bagian penting dari strategi marketing. Tidak sekadar mewadahi dan melindungi, tapi  merupakan unsur yang memengaruhi minat konsumen pada sebuah produk yang berujung pada jumlah penjualan,” ujar Victoria, kepada Cendana News saat dihubungi, Selasa (28/9/2021).

Apalagi menurutnya, di era pasar bebas saat ini, penting bagi sebuah produk UMKM memiliki ciri khas dan keunikan agar dapat melekat di ingatan konsumen. Sehingga dia menyayangkan apabila produk UMKM  unggul tidak mampu menembus pasar. Karena kemasannya tidak menarik atau kurang memberi informasi yang dibutuhkan pembeli.

Maka itu menurutnya, pelaku UMKM harus memikirkan fungsi estetika pada pengemasan produknya agar tetap terjaga.  Kemasan perlu dilakukan dengan baik agar dapat memberikan pengaruh kepada calon konsumen untuk membeli suatu produk.

“Pelaku UMKM dituntut untuk senantiasa kreatif dan memikirkan fungsi estetika dalam mengemas produknya,” imbuh Victoria.

Pengemasan berdampak terhadap nilai penjualan. Maka penting dikreatifkan pengemasan, seperti apa yang bisa menarik minat pembeli, hingga pembuatan kemasannya.

Memang kata dia, tidak semua pelaku UMKM menyadari bahwa kemasan produk bisa memberikan pengaruh yang besar terhadap minat pembeli dan nilai jual yang ditawarkan. Padahal jika calon pembeli tertarik dengan kesan pertama dari kemasan produk, maka akan menambah keyakinan calon pembeli terhadap produk tersebut.

“Ini termasuk salah satu hal penting dalam strategi pemasaran. Kemasan harus sesuai dengan karakteristik produk, unik, dan tidak melupakan fungsi utamanya, sebagai pelindung dan penjamin kualitas produk,” jelasnya.

Direktur Pengembangan Bisnis IPF, Ariana Susanti, pada diskusi virtual tentang strategi UMKM di Jakarta yang diikuti Cendana News, Kamis (20/8/2020). -Foto: Sri Sugiarti

Direktur Pengembangan Bisnis Indonesian Packaging Federation (IPF), Ariana Susanti mengingatkan pentingnya kemasan rapi dan menarik dengan desain kreatif dan inovatif.

Menurutnya, produsen juga perlu mempertimbangkan standar kualitas dari sejak pemilihan bahan baku hingga menjadi produk.

Selain itu, juga perlu menetapkan harga jual yang bersaing, menciptakan promosi kreatif dan informatif, serta bisa memanfaatkan digital marketing.

“Selain fungsi dari sisi teknis, kemasan bisa menjadi brand image untuk identitas produk yang dihasilkan,” ujar Ariana, saat dihubungi  Cendana News.

Kembali dia mengingatkan bahwa tren kemasan harus memenuhi aspek fungsional, ekonomis, ekologis, desain dan teknologi. Sehingga dalam penerapannya harus mempertimbangkan kebutuhan konsumen, karakteristik produk dan regulasi.

Lihat juga...