Keterlibatan Masyarakat Kunci Keberhasilan Pemberdayaan Perekonomian

Editor: Makmun Hidayat

BOGOR — Kunci dari keberhasilan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung perekonomian Indonesia adalah keterlibatan masyarakat dan ketersediaan fasilitas dasar bagi mereka untuk mengembangkan diri. Sifat pemberdayaan juga harus bottom-up, untuk menciptakan rasa memiliki dari masyarakat.

Direktur Eksekutif Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA), Tri Mumpuni menyebutkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kecil atau melakukan pemberdayaan, yang pertama perlu dilakukan adalah memberikan entry point.

“Ya kalau di kampung, artinya kita berikan akses air bersih dan listrik berbasis energi terbarukan. Jadi kalau mau membuat minyak nilam, tak perlu menebang pohon dan untuk membersihkan, airnya selalu ada. Sehingga saat mereka mau melakukan sesuatu, modal dasarnya sudah ada. Kalau mau pemberdayaan masyarakat berhasil, ya libatkan mereka sebagai subjek, bukan hanya objek,” kata Puni, demikian ia akrab dipanggil, dalam talkshow Professional Women Week, diikuti Cendana News dari Bogor, Selasa (21/9/2021).

Dan untuk menjadikan upaya pemberdayaan masyarakat berhasil, maka masyarakat harus dilibatkan dan sifatnya bottom-up bukan top-down.

“Jadi begini, kalau hanya dari top down atau berbentuk proyek itu tidak akan berhasil. Masyarakat yang diberdayakan itu harus mengerti bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk mereka. Dan memang sebenarnya harus begitu. Jadi jangan alih-alih pemberdayaan tapi hanya mencari keuntungan,” tuturnya.

Ia menceritakan, berdasarkan beberapa program yang sudah dilakukan IBEKA menunjukkan bahwa keterlibatan semua warga, kerja sama dan gotong royong akan menjadi kunci sukses suatu program pemberdayaan di wilayah terpencil.

“Kalau semua terlibat maka semua akan merasa memiliki. Apalagi jika ada kaum perempuan, yang umumnya secara budaya memiliki porsi besar dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya lagi.

Puni juga menekankan bahwa yang akan melakukan pemberdayaan harus memahami apa sebenarnya passion dari masyarakat yang akan diberdayakan.

“Lihat apa yang diinginkan masyarakat, apa yang mereka butuhkan. Sehingga program yang akan dijalankan benar-benar menjadi bagian dari diri mereka. Akhirnya mereka mau ikut terlibat dan menjaga,” kata wanita yang juga dikenal sebagai salah satu Inovatif Woman di kancah internasional.

Lihat juga...