Kiat Nasabah di DCML Trirenggo Agar Angsuran tidak Macet

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Munculnya pandemi sejak beberapa waktu terakhir diakui memberikan dampak luar biasa bagi para pelaku usah kecil dan menengah (UKM) yang terdapat di sejumlah Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML).

Hal itu berdampak pada meningkatnya angka kredit macet di Unit Usaha Simpan Pinjam “Modal Kita” yang dijalankan Koperasi binaan Yayasan Damandiri.

Tak terkecuali Unit Usaha “Modal Kita” Koperasi Gemah Ripah DCML Trirenggo, Bantul, Yogyakarta. Banyak anggota/nasabah koperasi DCML Trirenggo ini diketahui kesulitan membayar angsuran bulanan akibat tak memiliki pemasukan maupun pendapatan selama pandemi, khususnya masa PPKM lalu.

Namun ternyata, hal semacam itu tidak dirasakan sejumlah anggota/nasabah koperasi ini. Mereka tatap mampu membayar angsuran bulanan, meski usaha mereka juga ikut terdampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah Andriani (40) warga Dusun Gandekan RT 3, Trirenggo, Bantul.

Wanita yang membuka warung kecil-kecilan di depan rumahnya sejak pandemi ini, mengaku memiliki trik khusus agar bisa membayar angsuran pinjaman pada Koperasi setiap bulannya. Meski hanya berjualan jajanan anak-anak, dengan omzet minim, namun ia membuktikan mampu menjalankan kewajibannya tanpa macet sekalipun.

“Biasaya saya selalu sisihkan hasil jualan untuk ditabung. jumlahnya tidak banyak. Kadang hanya Rp10 ribu, kadang juga Rp20 ribu. Tapi itu saya lakukan secara rutin. Jadi bisa untuk membayar cicilan angsuran pinjaman modal usaha, yang dibayarkan setiap bulan,” katanya belum lama ini.

Dengan cara tersebut, Andriani mengaku tidak terbebani untuk membayar angsuran pinjaman. Pasalnya jika harus membayar dalam waktu sekaligus, ia mengaku akan terasa berat.

“Kalau menyisihkan sedikit-sedikit kan tidak terasa. Tahu-tahu sudah cukup saja. Beda kalau langsung bayar setiap awal bulan. Pasti sulit. Karena hasil dari usaha kita kan harian,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan nasabah/anggota koperasi lainnya Mujiah (55). Pelaku usaha pembuatan tas kain ini, mengaku selalu menyisihkan uang hasil pembayaran pesanan, untuk membayar angsuran pinjaman koperasi. Dengan cara itu, usahanya pun bisa terus berjalan meski ia harus membayar angsuran.

“Kalau usaha pembuatan tas seperti ini kan kita dapat uang setiap beberapa Minggu sekali, setelah semua pesanan selesai. Jadi begitu dapat uang, biasanya saya akan langsung gunakan untuk beli bahan-bahan kebutuhan pembuatan tas untuk pesanan berikutnya. Serta membayar angsuran bulanan. Jadi tidak sampai habis semua,” bebernya.

Lihat juga...