Koperasi Bantar Agung Hentikan Sementara Perekrutan Anggota Baru

Editor: Koko Triarko

Manajer Umum Koperasi Cipta Agung Mandiri Bantaragung. Heriyanto. -Dok: CDN

MAJALENGKA – Hingga akhir tahun ini Koperasi Bantar Agung di Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, berkomitmen untuk tidak menambah anggota baru, meskipun target keanggotaan 1.000 orang belum tercapai.

Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto, mengatakan potensi untuk perekrutan anggota baru sebenarnya masih terbuka lebar, namun pihaknya mempertimbangkan kondisi perekonomian warga sekitar. Sebab, saat ini perputaran roda ekonomi belum pulih sepenuhnya, sehingga berpengaruh terhadap kredit macet atau non permorming loan (NPL).

“Saat ini jumlah anggota koperasi kita 860 orang, dan belum ada rencana untuk penambahan anggota. Justru dari jumlah tersebut berkurang 8 orang, ada yang mengundurkan diri, ada juga yang karena meninggal dunia, jadi posisi jumlah anggota kita sekarang 852 orang,” jelasnya, Kamis (30/9/2021).

Pada awalnya, Koperasi Bantar Agung mentargetkan jumlah keanggotaan hingga 1.000 orang sampai dengan akhir tahun ini. Potensi untuk merekrut anggota baru masih luas, mengingat jumlah penduduk di Desa Bantar Agung ada 3.571 jiwa, dan terdapat 1.300 kepala keluarga (KK).

Namun kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ditambah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), membuat target keanggotaan tidak dilaksanakan.

Koperasi yang baru memasuki tahun ke dua ini, sejak awal mampu mempertahankan NPL di bawah 1 persen. Bahkan pada satu tahun pertama pandemi Covid-19 berlangsung, NLP di Koperasi Bantar Agung tetap bertahan pada angka 0,03 persen. Namun saat PPKM, NPL meningkat menjadi 2,6 persen.

“PPKM ini sangat berdampak terhadap usaha para anggota koperasi, sehingga mereka mengalami kesulitan untuk membayar angsuran. Sehingga untuk sementara waktu, kita fokus mendampingi mereka dan tidak melakukan perekrutan anggota baru,” jelas Heryanto.

Pendekatan secara personal terhadap para nasabah lebih sering dilakukan, sekaligus mengedukasi para anggota koperasi supaya tumbuh kesadaran dan tanggung jawab untuk membayar angsuran pinjaman Modal Kita dengan tepat waktu.

“Kita terus lakukan pendekatan dan edukasi terhadap anggota, untuk anggota yang tertib membayar angsuran tepat waktu juga kita buka peluang untuk menambah jumlah pinjaman, sehingga mereka terpacu untuk tertib membayar angsuran, untuk top up pinjaman ini bisa mencapai Rp4 juta,” ucapnya.

Salah satu nasabah Modal Kita, Rosmiah, mengatakan awalnya ia mendapat pinjaman bantuan modal untuk usaha Rp2 juta, karena tertib dalam membayar angsuran, saat ini ia sudah mendapatkan pinjaman dengan nilai Rp10 juta.

“Pinjaman modal tersebut untuk menambah barang dagangan di toko kelontong saja, dan alhamdulillah selama pandemi ini bisa tetap lancar penjualannya, sehingga kewajiban terhadap koperasi juga bisa terpenuhi,” tuturnya.

Lihat juga...