Korban Banjir di Sigi Berharap Dibangunkan Huntara

SIGI – Banjir bandang yang disertai material lumpur, batu dan kayu kembali menerjang Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu(5/9), membuat trauma warga setempat dan berharap pemerintah dapat membangunkan hunian sementara (huntara).

Banjir yang berulang membuat sejumlah warga Desa Rogo berharap kepada pemerintah untuk segera membangunkan Hunian Sementara (Huntara). Mengingat, juga terdapat puluhan rumah warga yang sudah tidak layak dihuni, karena tertimbun lumpur setinggi 1 hingga 2 meter.

“Kalau bisa segera dibangunkan Huntara, sambil menunggu janji pemerintah yang dijanjikan akan ganti rugi. Beberapa dari kita saat ini mengungsi di rumah keluarga yang ada di desa lain, tidak enak juga kalau mau lama lama di rumah itu,” ucap Endang Purwanti, warga Desa Rogo, Selasa (7/9/2021).

Warga Desa Rogo lainnya berharap agar normalisasi terhadap aliran sungai di desa tersebut segera dipercepat, sehingga tidak ada lagi banjir susulan yang terjadi jika hujan turun.

“Kita harap satu alat berat di desa ini untuk stay di jembatan, karena ini musim hujan, pasti kalau sudah hujan itu sungai meluap,” tuturnya

Hal yang sama juga dikatakan oleh Irlan. Menurutnya, sejak banjir pertama terjadi pada 29 Agustus kemarin, hampir seluruh aktivitas warga hingga hari ini lumpuh.

“Tidak ada yang bisa diharapkan lagi. Sebagian besar kita di sini petani dan pedagang, ini sudah banjir terus tidak bisa buat apa-apa,” terangnya

Sementara itu, Kepala Desa Rogo, Fuad Hudin, mengatakan hampir seluruh warga di Dusun I yang terkena terdampak terparah banjir mengungsi. Mereka mengungsi di desa tetangga dan rumah-rumah keluarga di dusun lainnya yang tidak terdampak.

“Untuk sekarang belum ada huntara. Warga masih mengungsi ke desa tetangga dan rumah keluarga. Hampir semua dusun 1 terkena dampak banjir. Jumlah keseluruhan sekitar 80 KK,”  kata Fuad.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah telah menurunkan satu alat berat di lokasi kejadian, untuk mengeruk sungai yang meluap tersebut.

Sementara itu dari pantauan di lokasi, bantuan logistik juga telah berdatangan dari sejumlah pihak untuk korban banjir bandang desa Rogo.

Sebelumya, pada 29 Agustus malam desa ini juga dilanda banjir bandang yang disertai material lumpur, batu dan kayu. Akibatnya, puluha rumah warga di desa tersebut tertimbun lumpur setinggi 1 hingga 2 meter. (Ant)

Lihat juga...