KRI Bima Suci Tiba di Pelabuhan Morotai Disambut Meriah

TERNATE – KRI Bima Suci yang membawa para kadet Akademi TNI Angkatan Laut (AAL) Tingkat lll Angkatan ke-68, tergabung dalam Satuan Latihan Kartika Jala Krida Dalam Negeri 2021, tiba di Pulau Morotai, Maluku Utara, setelah bertolak dari dermaga Komando Armada II TNI AL di Surabaya.

“Kedatangan di Pulau Morotai memang telah direncanakan, selain terletak paling Utara juga merupakan tempat bersejarah pada saat perang dunia II antara Jepang dan Amerika bersama Sekutunya, guna dijadikan pangkalan untuk menyerang dan menguasai Philipina pada saat itu,” kata Komandan Pangkalan TNI AL Morotai, Letnan Kolonel Laut (P) Norman Faizal, di Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (8/9/2021).

Ia menyambut kedatangan kapal layar tiang tinggi buatan galangan kapal di Vigo, Spanyol, pada 2017 itu, bersama Bupati Kabupaten Kepulauan Morotai, Benny Laos, dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Rabu.

Menurut dia, setelah kunjungan ke kapal latih TNI AL itu selesai, komandan kapal yang juga komandan Satuan Tugas KJK Dalam Negeri 2021 beserta sejumlah perwira dan perwakilan kadet menuju rumah dinas Laos sebagai kunjungan kehormatan; yang juga merupakan tradisi TNI AL.

Selama di Pulau Morotai, para kadet Akademi TNI AL berkunjung kehormatan kepada jajaran Forkominda Kabupaten Pulau Morotai, mempromosikan TNI AL dan Akademi TNI AL ke sekolah-sekolah dan berolah raga bersama dengan personel-personel Pangkalan TNI AL Morotai. Seluruh aktivitas mereka dilaksanakan seturut protokol kesehatan yang ketat.

Laos bangga atas kedatangan KRI Bima Suci di pulau yang penuh sejarah, yang kaya dengan kekayaan lautnya dan pulau yang indah ini dapat memberikan motivasi serta menginspirasi para pemuda pemudi untuk mewujudkan cita-citanya yang lebih positif, serta bisa mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara melalui TNI AL.

“Sehingga ke depan putra-putri Morotai bisa menjaga lautan Pulau Morotai yang sangat luas, karena Morotai merupakan wilayah perbatasan dan bagian dari wilayah NKRI. Tantangan terberat, yaitu peningkatan kapasitas SDM. 1.000 jembatan dapat dibangun secara mudah, tapi membangun satu kualitas sumber daya manusia itu tidak gampang,” ujarnya.

Pulau Morotai merupakan satu-satunya pulau di Tanah Air yang memiliki landasan udara dalam formasi tujuh berbanjar, yang dibangun Sekutu dalam kampanye Perang Pasifik melawan Angkatan Perang Kekaisaran Jepang. Sampai sekarang, bekas tujuh landas pacu itu masih ada walau hanya satu yang difungsikan.

Panglima Pasukan Sekutu di Pasifik, Jenderal Douglas MacArthur, menumpukan kekuatan pasukannya di Pulau Morotai dalam operasi perebutan kembali pulau-pulau strategis di Pasifik. Dengan demikian, Pulau Morotai turut menentukan arah sejarah dunia pada masanya dan kemudian.

Laos berpesan, agar para kadet dan perwira TNI AL dapat membawa nama Pulau Morotai ketika berkeliling dunia, tentang keindahan Pulau Morotai serta kekayaan alam bawah lautnya. Ia menyatakan, pengibaratan, bahwa belum keliling negeri kalau belum singgah ke Pulau Morotai.

Kedatangan KRI Bima suci disambut meriah sekitar 50 perahu nelayan Morotai untuk mengiringi KRI Bima Suci proses bersandar, Tim mervlouw (persiapan di darat) Pangkalan TNI AL Morotai sudah tampak sigap menjalankan fungsinya saat menyambut kapal sandar.

Setelah kapal layar tiang tinggi kelas Bark ini tertambat sempuran dan siap, penyambutan dilanjutkan penampilan tarian Cakalele khas daerah Pulau Morotai dan pengalungan selendang oleh Laos, serta jajaran Forkopimda kepada komandan Satuan Tugas KJK Dalam Negeri 2021 yang tergabung dalam pelayaran KRI Bima Suci, para perwira dan perwakilan kadet Akademi TNI AL. (Ant)

Lihat juga...