Kumbang Daun, Hama Tanaman Terung Ungu yang Berbahaya

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Terung, merupakan jenis tanaman sayuran yang tidak lepas dari berbagai ancaman hama dan penyakit. Menurut Jajang (42), seorang petani terung ungu di Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kumbang daun adalah salah satu hama yang paling menjadi ancaman.

“Kumbang ini yang suka makanin daun tanaman sampai pada berlubang, malah kadang juga daun terung jadi menguning dan layu,” ujar Jajang kepada Cendana News, Senin (27/9/2021).

Jajang mengatakan, kumbang daun sangat aktif makan terutama pada pagi hari sedangkan pada siang hari aktivitas makannya menurun, pada sore hari kembali aktif makan dan kemudian menjelang malam aktivitas makannya menurun lagi.

“Biasanya di usia tanaman seperti usia punya saya ini dia suka datang, saat belum muncul bunga,” tandas Jajang.

Apabila tidak segera diatasi, serangan hama tersebut dapat menimbulkan hal yang merugikan seperti pertumbuhan lambat, produktivitas menurun, bahkan gagal panen akibat tanaman mengalami kematian.

“Kalau yang saya lakukan pengendalian hama kadang secara manual dengan cara mengambil kumbang tersebut lalu dimusnahkan atau bisa juga dengan cara kimiawi yaitu dengan melakukan penyemprotan insektisida sesuai dosis yang ditentukan,” papar Jajang.

Selain hama kumbang daun, tanaman terung ungun juga kerap kali terancam oleh ulat grayak, seperti yang diungkapkan Ade, petani terong asal wilayah yang sama.

“Ulat grayak menyerang tanaman dengan memakan daun terutama daun muda. Serangan bisa menyebabkan daun rusak dan berlubang bahkan tidak bersisa. Tanaman menjadi gundul dan pertumbuhan terhambat,” kata Ade.

Kerusakan akibat ulat grayak bisa berlangsung dengan cepat, karena ulat ini menyerang secara berkelompok dengan jumlah yang sangat banyak. Ulat grayak juga menyerang bunga dan buah muda, hingga menyebabkan bunga rontok dan tanaman gagal berbuah.

“Pengendaliannya dengan cara membersihkan lahan dari gulma dan tanaman inang. Kemudian lakukan penyemprotan insektisida pagi dan sore hari. Itu saja sih yang biasa saya lakukan,” pungkas Ade.

Lihat juga...