Kunjungan Wisatawan ke Koja Doi Mulai Meningkat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Setelah sempat mengalami kendala akibat dampak pandemi Covid-19, geliat wisatawan untuk mengunjungi Pulau Koja Doi di Desa Koja Doi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mengalami peningkatan.

“Sudah mulai banyak wisatawan yang datang ke Pulau Koja Doi saat hari libur maupun hari Sabtu dan Minggu,” kata Samyadi, pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Koja Doi, Kabupaten Sikka, NTT saat dihubungi, Minggu (5/9/2021).

Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Koja Doi, Kabupaten Sikka, NTT, Samyadin, saat ditemui di Pulau Koja Doi, Selasa (17/8/2021). Foto: Ebed de Rosary

Sem sapaannya menyebutkan, kunjungan wisatawan domestik ke Pulau Koja Doi di tahun 2020 hanya mencapai angka 1.400 orang saja akibat adanya pandemi Corona yang melanda.

Desa Koja Doi sebut dia, mulai berbenah dan mempersiapkan diri menjadi desa wisata sejak tahun 2019 sehingga masih banyak sarana dan prasarana pariwisata yang perlu dibenahi.

“Kami juga selalu meminta masukan dari wisatawan yang datang terkait obyek wisata dan lainnya yang memang perlu ada perbaikan. Selama tahun 2020 tidak ada sama sekali wisatawan asing yang datang ke Koja Doi,” ucapnya.

Sem mengakui jumlah wisatawan di tahun 2020 lalu pun hanya berkunjung mulai bulan Maret sampai Oktober saja dan jumlahnya tidak seberapa.

Ia menuturkan, wisatawan lokal dari Kota Maumere masih mendominasi dan hanya puluhan orang saja yang datang dari luar Kabupaten Sikka.

Disebutkannya, untuk penginapan pihaknya telah menyiapkan homestay  yang bisa disewa per kamar dengan harga Rp150 ribu per malam.

“Satu kamar bisa diisi oleh 2 orang dan pemilik rumah menyiapkan sarapan pagi, makan siang dan makan malam. Pengunjung juga bisa membeli makanan dan minuman yang dijajakan warga,” ucapnya.

Selain itu kata Sem, pihaknya menyediakan cinderamata berupa kain tenun dan wisatawan bisa melihat proses menenun yang dilakukan kaum perempuan yang saban hari menenun.

Kepala Desa Koja Doi, Hanawi menyebutkan, pihaknya sedang melakukan pengecatan seluruh bangunan rumah yang ada di Pulau Koja Doi dengan aneka warna.

Hanawi mengakui semua cat yang dipergunakan diperoleh secara gratis dari sumbangan salah satu pabrik cat di Pulau Jawa berkat difasilitasi Danlanal Maumere.

“Semua rumah termasuk atapnya akan dicat. Kami membagi cat ke semua rumah dan warga mengecat sendiri bangunannya. Kita berharap nantinya akan menjadi Kampung Pelangi karena rumahnya berwarna-warni,” ungkapnya.

Lihat juga...